|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tak ada kontainer sampah di ruas jalan
Jalan dan Anak Sungai di Sea Jadi TPA
|
Tampaknya pihak BP Ke-bersihan Manado dan Keca-matan Malalayang harus le-bih jeli. Pasalnya sepanjang ruas jalan Sea tidak terdapat satupun kontainer sampah. Akibatnya warga terpaksa men-jadikan pinggiran jalan atau anak sungai sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ketiadaan kontainer terse-but tak pelak dikeluhkan war-ga yang berdomisili di sepan-jang jalan, yang menghu-bungkan Kecamatan Malala-yang dan Desa Sea Pineleng tersebut. “Kami sebenarnya sudah lama ingin ada kontai-ner sampah seperti di wilayah lain di Manado. Sayangnya sampai sekarang di sepanjang jalan ini tidak ada. Jadinya, ka-mi pilih buang sampah di ping-gir jalan. Saya tidak tahu, ini sebenarnya wewenang keca-matan atau BP Kebersihan,” ka-ta warga setempat yang menga-ku bernama Agus, Sabtu (09/12).
Hal yang sama ditimpali warga lainnya. “Di sepanjang Jalan Sea sudah banyak pe-rumahan. Coba perhatikan saja mulai dari pertigaan jalan Malalayang sampai perbatas-an dengan Minahasa. Malah di dekat perbatasan ada anak sungai. Dan itu sering dipakai jadi TPA untuk warga sekitar dan juga dari warga peru-mahan yang sudah masuk Kecamatan Pineleng,” tambah warga yang minta namanya tak usah disebutkan.
“Mungkin ini nasibnya jika menjadi warga pinggiran Ma-nado. Sudah jalan dibiarkan rusak parah bertahun-tahun, masih juga ditambah dengan tak adanya bak atau kontai-ner sampah,” keluhnya.
Hal tersebut dikuatkan lewat pemantauan harian ini, Ming-gu (10/12). Di beberapa titik di sepanjang Jalan Sea, ter-dapat onggokan sampah yang dilepas warga. Malah ketika naik mendekati perbatasan Minahasa, juga terlihat sam-pah berhamburan di anak su-ngai di jembatan dekat pepo-honan bambu.(win)
|
|