|
|
|
|
![]() |
![]() |
Aksesibilitas Pengguna
Kursi Roda Belum Mendesak
Aksesibilitas di infra-struktur publik bagi peng-guna kursi roda, belum merupakan kebutuhan mendesak. Ini dibuktikan lewat belum adanya aturan baku yang mewajibkan bangunan umum di Manado untuk menyediakan fasilitas yang memudahkan per-gerakan pengguna kursi roda. Meski demikian me-nurut Kadistakot Ir Amos Kenda MSi, sejumlah ba-ngunan di Manado sudah membuatnya.
“Kebutuhan aksesibilitas belum terlalu mendesak. Kan tidak mungkin membuatnya sepanjang Jalan Samrat, mi-salnya. Tapi yang saya tahu beberapa tempat di Manado sudah menyediakannya. Se-perti mall dan hotel-hotel,” kata Kenda, baru-baru ini.
“Seingat saya waktu masih di Dinas PU, ada aturan me-nyangkut standarisasi pem-bangunan trotoar. Di situ ada ketentuan trotoar harus dibuat landai. Tidak boleh batrap-trap seperti yang ada sekarang. Saya masih mau cari tahu dulu, apa memang sudah ada peraturannya. Ta-pi kalau ingin lebih jelas, bisa tanya ke PU,” tandas Kenda.(win)
Kecamatan Sario Gelar Pasar Murah
MANADO-Pemerintah Keca-matan Sario baru-baru ini meng-gelar pasar murah dan pengoba-tan gratis yang melibatkan se-jumlah tim medis dari RS Ratumbuysang.
Warga Sario sendiri terlihat an-tusias menyambut pasar murah ini, hal ini terlihat oleh banyaknya masyarakat yang menyerbu un-tuk membeli dan memborong produk-produk yang dijual di pasar murah ini. “Yang pasti har-ga yang dijual di sini berbeda jauh dengan harga aslinya,” ujar Ruaw. Sementara animo masya-rakat dengan kegiatan pengo-batan gratis juga cukup besar, sebab tercatat sekitar hampir seratus pasien yang datang memeriksakan diri didominasi demam dan kesehatan anak.(ran)
Om Jhon Minta Maaf kepada Pers
Tersangka penganiayaan wartawan, JL alias Om Jhon, secara gentle minta maaf kepada komunitas pers Sulut, terlebih khusus kepada kor-ban dan institusinya. JL saat diwawancarai Komentar me-ngaku bahwa ia tak ada niat untuk menghina ataupun me-lecehkan komunitas jurnalis, sebab peristiwa itu terjadi se-cara spontanitas dan tidak mengenal latar belakang profesi korban. “Kita stop ba pukul pa dia saat dia bilang dia wartawan,” ujar JL yang
mengakui pemicu hingga terjadi kasus tersebut hanya disebabkan oleh latar bela-kang kendaraan yang ham-pir bersenggolan.
“Kita so salah karena so terlanjur pukul pa dia, un-tuk itu kita minta maaf pa dia dan minta maaf pa dia pe atasan. Intinya saya tidak bermaksud untuk mele-cehkan kalangan wartawan,” ujar JL.
Meskipun JL sudah men-dengungkan permohonan maafnya, namun hingga saat ini ia ternyata belum bertatap muka langsung dengan korban. “Kita belum bakudapa deng dia sejak insiden itu,” tukas JL.(ran)
|
|