|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sondakh, Waspadai ‘Virus’ Pembisik Akhir
Tahun!
|
Ini menjadi tanda awas bagi Walikota Hanny Son-dakh. Pasalnya di penghujung tahun 2006 ini mulai nampak manuver sejumlah oknum yang rajin mem-bisikkan ‘virus-virus’ yang bertujuan menjelek-je-lekkan nama-nama pejabat dan kepala-kepala unit tertentu di lingkungan Pemkot Bitung.
Sebagai contoh ditemukannya sebuah selebaran oleh sejumlah wartawan yang siap diedarkan berisikan menjatuhkan nama sejumlah pejabat dan kepala unit. Bahkan selebaran itu sudah sampai ke tangan ‘orang dekat’ Sondakh.
Ironis lagi selebaran itu menga-tasnamakan PNS yang katanya pendukung fanatik dan pendu-kung setia Hanny Sondakh dan Robert Lahindo. Mereka menya-yangkan dalam ‘kabinet’ Son-dakh-Lahindo ternyata masih mengakomodir sejumlah peja-bat yang notabene pendukung salah satu kandidat dan mantan walikota sebelumnya. Sejumlah nama oknum pejabat dan kepala unit yang dibeberkan itu seperti RR, FK, AA GM dan SP serta se-deret nama lainnya. Meski ter-golong surat kaleng karena tidak ada nama dan siapa yang ber-tanggung jawab, tetapi hal ini harus diwaspadai Sondakh dan Lahindo. Apalagi bisa dikata surat kaleng tersebut sudah ber-ada di tangan orang dekat Son-dakh. Itu berarti tinggal selang-kah lagi surat kaleng itu berpin-dah tangan ke orang nomor satu Bitung ini.
“Saya sendiri tidak tahu surat ini dari mana datangnya. Isi-nya memang ‘sedikit menakut-kan’ dan boleh dikata ‘provo-katif’. Apalagi mengait-ngaitkan nama-nama pejabat yang saat ini kerja maksimal. Sebagai PNS pasti loyal kepada atasan-nya dan itu tak bisa dipungkiri. Jika waktu lalu mereka loyal itu satu hal yang wajar. Saat ini kan mereka sangat loyal kepada H&R, kenapa dipermasalah-kan,” tukas orang dekat Son-dakh ini sambil meminta na-manya disimpan.
Di sisi lain aksi ‘virus’ ini seti-daknya mendapat tanggapan serius. Salah satu pejabat me-nilai ini merupakan manuver orang-orang tim sukses yang sebenarnya sudah dibubarkan.
“Sebenarnya kalau mau jujur pemerintahan ini tidak bisa dibangun atas dasar dendam politik atau kepentingan seke-lompok orang. Ini merupakan fenomena eks tim sukses yang mencoba mencapai tujuan me-reka yang selama ini ter-protect tak bisa menembus pertahanan birokrasi. Masakan pemkot di-paksa untuk memakai mereka sedangkan belum layak untuk diberikan tanggung jawab lebih,” kunci salah satu pejabat ini.(irv)
|
|