|
|
|
![]() |
![]() |
|
Peringati Hari Anti Kekerasan terhadap perempuan dan anak
Swara Parangpuan Gelar Pentas Vagina Monolog
|
Dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak pada 25 November hingga 10 Desember dan sekaligus juga Hari Ibu 22 Desember, maka Swara Parangpuan melalui pantia yang ada berencana menggelar Pentas Vagina Monolog atau Perempuan Sulut Menggugat terhadap Kekerasan Seksual.
Kegiatan tersebut menurut Direktur Swara Parangpuan, Lily Djenaan akan dilaksanakan pa-da Senin (11/12) hari ini di Ge-dung Pingkan Matindas Sario mulai pukul 18.30-22.00 WITA. “Kekerasan terhadap perem-puan dan anak saat ini menun-jukkan peningkatan yang cukup signifikan. Di mana berdasarkan laporan yang masuk pada Swara Parangpuan telah mencapai 17 kasus, enam kasus diantaranya adalah pemerkosaan. Angka tersebut berlangsung selama Januari-Desember,” ungkapnya.
Selanjutnya, dalam pentas tersebut, kata Djenaan, diha-rapkan akan menimbulkan ke-pedulian pemerintah, legislatif, masyarakat, LSM, pengusaha maupun akademisi. Hal ini sangat penting mengingat feno-mena kekerasan terhadap pe-rempuan dan anak terjadi di mana-mana setiap waktu dan setiap saat. “Dalam pentas ini juga akan diisi puisi dan orasi budaya, kelompok masamper perempuan dari Pulau Mante-hage serta penghayatan bagai-mana ‘vagina berbicara’. Bukan itu saja, kegiatan ini juga banjir dukungan dari berbagai kala-ngan,” ujar Djenaan sambil me-nyebut pihak-pihak yang terli-bat di dalamnya antara lain para pejuang hak asasi manusia se-perti , Greety Sumayku Karo Pemberdayaan Perempuan Pro-pinsi Sulut, Sus Pangemanan Pendiri YAPPA, Mieke Tumbol Kabag Sosial, Yuswandani Adi-loekito, Fitri Mamonto, Windy Botutihe, Dona Keles, Kamadja-ya Alkatuuk, Alex Ulaen, Ika Na-pitupulu, Vivi George dan Teater Amanat.(eda)
|
|