|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
UU
pemekaran diarak keliling Minsel dan Mitra
Hari Ini, Rakyat Mitra Berpesta
|
Setelah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Jumat (08/12) akhir pekan lalu resmi diketuk dan ditetapkan sebagai daerah otonom baru, maka Senin (11/12) hari ini, dipastikan ribuan warga di wilayah ini akan melakukan pesta rakyat secara besar-besaran.
Bukan itu saja, direncanakan akan digelar aksi penjemputan dan arak-arakan Undang-Undang (UU) pemekaran Mitra untuk mengelilingi sejumlah wilayah di Minsel dan terlebih khusus di enam kecamatan yang ada di Mitra.
Bupati Minsel, Drs Ramoy Luntungan dihadapan ratusan warga dan pejuang Mitra saat menggelar ibadah syukur usai diketuknya Mitra oleh DPR-RI di gedung Nusantara II akhir pekan lalu menyatakan, dengan resmi dimekarkannya Kabupaten Mitra ‘cerai’ dengan kabupaten induk Minsel, maka sudah sewajarnya kalau pihaknya memfasilitasi digelarnya penjemputan UU Mitra dibandara Samrat Manado pada Senin mendatang. Selanjutnya akan dilakukan arak-arakan mengelilingi sebagian Kabupaten Minsel dan seterusnya di enam kecamatan yang ada di Mitra.
Menurut Luntungan yang turut didampingi Ketua DPRD Minsel, Ny Jenny Paruntu Tumbuan SE, wakil bupati Ventje Tuela SSos, Asisten I Pemkab Minsel, Drs Frits Wagania MM, Kepala BKD, Drs Mecky Onibala dan personil Dekab Johanis Jangin SE, meski Minsel masih tergolong kabupaten baru (baru tiga tahun terbentuk) namun sudah mampu menelorkan kabupaten baru yakni Mitra.
Oleh karena itu, lewat suatu hajatan seperti pesta rakyat dan penjemputan dibandara, itu merupakan harapan dan keinginan Pemkab Minsel, khususnya warga di enam kecamatan di Mitra yakni Ratahan, Tombatu, Touluan, Belang, Ratatotok dan Posomaen. “Pemekaran Mitra inikan cita-cita warga Mitra, jadi apa salahnya kalau diadakan pesta rakyat dan aksi arak-arakan mengelilingi Mitra dan sebagian Minsel,” jelas Luntungan.
Dengan demikian, saat ini Pemkab Minsel sudah menyusun beberapa program kegiatan guna memeriahkan dan mensukseskan hajatan besar diakhir tahun bagi warga Mitra. Dengan akan digelarnya hajatan seperti ini, kiranya akan ada bentuk suka-cita warga Mitra menatap perubahan pembangunan di wilayahnya. Dan lewat acara ini, semoga warga Mitra terus berjuang untuk mendapatkan apa yang diidam-idamkan untuk peningkatan perekonomian warga kedepan.
“Perjuangan warga Mitra, bukan hanya sampai diketuknya pemekaran Mitra, tapi bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan warga dan merubah pembangunan yang ada di enam kecamatan tersebut. Jadi itu harus diingat dan diperhatikan,” saran Luntungan.
Sementara itu, juru bicara Pemkab Minsel, Drs Benny Lumingkewas menyatakan, acara penjemputan UU Mitra di bandara Samrat Manado akan dilakukan pada jam 11. 00 Wita, dan lewat arak-arakan selanjutnya menuju kantor Bupati Minsel di Amurang. Serta melanjutkan perjalanan di kecamatan Touluan, Tombatu, dan Ratahan, serta sesuai agenda akan menginap di lokasi wisata pantai Bentenan.
Selanjutnya pada Selasa (12/12), rombongan Bupati Luntungan yakni jajaran Pemkab Minsel dan pejuang Mitra, akan mengelilingi tiga kecamatan lainnya, yakni Belang, Ratatotok dan Posomaen. Dimana, dalam pesta rakyat yang nantinya digelar oleh kecamatan masing-masing, seluruhnya diserahkan penuh kepada pihak kecamatan dan warga setempat, apakah akan menggelar pesta rakyat semalam suntuk atau tidak.(pen)
|
|