|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Antisipasi flu burung terus dilakukan
Posko Pencegahan Diintensifkan, Ternak Milik
Warga Dikandangkan
|
Meski virus flu burung belum ditemukan di Kabupaten Ke-pulauan Sangihe, namun kema-tian unggas yang kini sudah mulai ditemukan di Kecamatan Manganitu, ternyata terus men-dapat perhatian serius Subdinas Peternakan Kabupaten Sangihe.
Buktinya, langkah antisipasi tetap dilakukan dengan cara pemblokiran unggas lewat pela-buhan-pelabuhan, serta meng-intensifkan posko-posko pence-gahan virus Avian Influenza (AI) di enam titik yang tersebar di daratan Nusa Utara.
“Upaya pencegahan yang kami lakukan selain melakukan pemblokiran masuknya unggas, juga membangun posko pence-gahan virus flu burung terus diintensifkan,” jelas Kasubdin Peternakan di Dinas Pertanian Ir H Salindeho ketika dikonfir-masi wartawan Sabtu (09/12) pekan lalu.
Diungkapkan, posko yang dibangun di enam wilayah di Sangihe yang rawan masuknya unggas antara lain, di Petta Tabukan Utara, Tahuna, Ta-mako, Siau Barat, Siau Timur dan Tagulandang. Disinggung tentang kekhawatiran warga khususnya peternak unggas terkait dengan merebaknya flu burung dan kematian unggas yang terus berlanjut di Sangihe, Salindeho mengharapkan, agar ternak unggas yang berkeliaran dikandangkan, minimal lima meter dari pemukiman pen-duduk.
“Dan kalau ada gejala-gejala kematian secara mendadak, diharapkan untuk segera dila-porkan ke instansi teknis, un-tuk diteliti lebih lanjut,” harap-nya.(med)
|
|