|
|
|
|
![]() |
![]() |
CCT Masuki Babak Akhir
KEJUARAAN catur bertajuk Christmas Chess Tournament (CCT), yang digelar sejak Selasa lalu, akan segera memasuki babak akhir pada hari Jumat (08/12) petang nanti. Wakil Ketua Panpel, Drs Nico Weenas WN ketika dikonfirmasi Komentar, ke-marin mengatakan pada hari terakhir pelaksanaan kejua-raan yang memperebutkan Piala Gubernur Sulut, ada dua babak yang akan diper-tandingkan.
“Besok (hari ini,red) akan dipertandingkan dua babak pada siang dan sore hari. Pa-da saat itulah baru akan dike-tahui siapa yang berhak men-dapatkan tropi yang disiap-kan oleh Gubernur Sulut,” ka-ta Weenas, seraya mengata-kan pihak panpel akan meng-agendakan pembagian hadiah setelah melakukan audensi dengan Gubernur Sulut, Drs SH Sarundajang.
Sebelumnya pada acara pembukaan oleh Ketua Peng-da Percasi Sulut, DR Roy Ma-mengko MTh PhD di Manado Town Square, telah mencuat suatu ide agar pembagian hadiah dilakukan setelah pihak panpel dan Pengda Per-casi Sulut melakukan audensi dengan Gubernur Sulut. Ren-cana itu juga mendapatkan dukungan dari Ketua Panpel, Ir Farry Liwe MSc serta Se-kretaris Panpel, Jhony ‘Mo-ning’ Mamengko.
Sementara itu, hingga babak ketiga, pecatur Musa Mana-risip, Dantje Mandey dan Andi Nuriansyah memimpin pe-rolehan poin. Namun demi-kian, kata Nico Weenas, siapa yang akan menjadi juara masih belum bisa diprediksi. Pasalnya, empat babak te-rakhir akan menjadi tolok ukur bagi setiap peserta untuk meraih gelar juara. “Penentuan akan terjadi pada babak keenam dan ketujuh,” tukas Weenas, yang juga Sekretaris Umum Pengda Percasi Sulut.(dni)
Kepindahan Tommy/Octa Bisa Terganjal
KENDATI surat resmi ke-pindahan Tommy Rogi/Octa Wohon ke Jawa Timur sudah ditandatangani oleh Ketua Umum Pengda Gabsi Sulut, Freddy H Sualang, tapi belum tentu kedua pemain tersebut bisa langsung terlepas sebagai atlet Sulut. Pasalnya, sah ti-daknya perpindahan atlet ha-rus mendapatkan rekomen-dasi dari KONI Sulut.
Karena itu, Komtek Pengda Gabsi Sulut, Drs Henky Lasut mengaku belum tahu persis apakah nanti Tommy/Octa akan langsung bisa memper-kuat Jatim di PON menda-tang. “Dari hasil Musorprop lalu, perpindahan atlet ke luar Sulut harus mendapat reko-mendasi dari KONI Sulut. Sa-ya sendiri tidak tahu persis apa benar Tommy/Octa su-dah mendapatkan rekomen-dasi dari KONI Sulut,” ucap Lasut.
Sebelumnya, telah diberita-kan bahwa atlet potensial Su-lut, Tommy Rogi/Octa Wohon telah menghadap Sualang untuk meminta surat pindah ke Jatim. Alasan kepindahan ke-duanya karena di Jatim mereka akan memperoleh kesejahte-raan yang melebihi apa yang didapatkan di Sulut. “Pak Su-alang langsung memberikan surat pindah karena alasan kesejahteraan menjadi pemicu utama kepindahan Tommy/Octa,” tutur Lasut.(dni)
Henky Lasut Cs Bertolak ke Singapura
EMPAT pemain asal Sulut, masing-masing Henky Lasut, Eddy Manoppo, Ch Nurhami-din dan Robby Lempoy, ke-marin bertolak ke Singapura untuk mengikuti 28th Asean Bridge Club Championships, 09-13 Desember 2006. Ke-empat pemain tersebut akan tampil bersama Tim PB Elec-trik bersama Parpar Priatna dan Agus Lufti.
Menurut Robby Lempoy, se-lain tampil di nomor beregu, Tim Electrik juga akan meng-ambil bagian di nomor pasa-ngan. Karena itulah, mereka berangkat terlebih dahulu ke Singapura. “Kami berangkat terlebih dahulu karena akan mengikuti nomor pasangan,” kata Lempoy, yang dihubungi di Jakarta, kemarin.
Sementara itu, Indonesia akan mengirimkan beberapa tim ke iven tersebut. Hal itu diakui oleh Henky Lasut. Me-nurutnya, tim besar yang juga akan bersaing di Singapura diantaranya Geologi Jakarta dengan para pemain Wimpy S Tjetjep, Noldy George, Very Pangkerego, Giovani Watuli-ngas dan Ong Keng Hien.
Indonesia juga akan mengi-rimkan tim putri masing-masing Tim Geologi Jakarta dan Tim Geologi Bandung de-ngan para pemain Lusje Bo-joh, Joice Mandolang, Setiatin Apriani dan Firly Dama-yanti.(dni)
PBSI Sulut Cup Dimulai
SESUAI dengan program yang sudah disusun oleh Pengda PBSI Sulut, Kejuaraan Bulutangkis Terbuka kategori umum dan veteran akan dimulai Jumat (08/12) hari ini. Ketua Panitia Pelaksana Refly Lumawir SH kepada Komentar, kemarin mengatakan bahwa program tersebut sudah tidak bisa ditunda karena pada tahun depan ada iven lain yang diprogramkan PBSI Sulut.
Diakuinya selama ini me-mang iven-iven bulutangkis lebih diarahkan kepada peser-ta kelompok umur. Karena itulah, pada saat dilaksana-kan kejuaraan kategori senior umum dan veteran, animo pe-serta yang ikut berpartisipasi tidak sebanyak untuk katego-ri pelajar. “Iven untuk kategori dewasa memang sudah jarang dilaksanakan, jadi jumlah pe-serta yang bakal ikut mung-kin tidak sebanyak peserta pada kejuaraan kategori pelajar,” kata Lumawir.
Kendati pesertanya terbatas, kata Lumawir, pihaknya tidak bisa menunda pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebab, pro-gram Pra-PON sudah harus dihadapi pada tahun depan. “Sebenarnya kami sangat berharap iven ini bisa menjadi salah satu tolak ukur untuk pembentukan tim bulutang-kis ke Pra-PON di Gorontalo, bulan Maret mendatang. Tapi, kalau pesertanya terbatas tetap kami akan melaksanakan kejuaraan ini,” tuturnya.
Sementara itu, Komtek Pengda PBSI Sulut, Adri Lom-ban berharap agar peserta senior dan veteran bisa ikut berpartisipasi pada iven tersebut. Bahkan, jika masih ada peserta yang belum men-daftarkan diri, bisa langsung hadir sebelum acara pembu-kaan. “Kami masih memberi-kan toleransi bagi peserta se-nior dan veteran untuk ikut bertanding. Asalkan pendaf-taran dilakukan sebelum pertandingan dimulai,” sebut Lomban.(dni)
Aeromodeling Sulut Tetap Eksis
WALAUPUN sejumlah cabang olahraga Sulut masih ‘tertidur’, tapi Aeromodeling masih tetap eksis. Itu bisa dibuktikan di Kipan Tateli ketika Chandra Banto, salah satu putra wasit nasional aeromodeling, Januar Banto terus berlatih untuk mewujudkan tekad tampil optimal di iven-iven bertaraf nasional.
Menurut Banto, ia sendiri masih bingung dengan program dari pengurus Aeromodeling Sulut karena hingga saat ini tidak ada agenda untuk melakukan program latihan. Karena itu, dengan inisiatif pribadi, ia membuat pesawat sendiri dan melatih putranya agar sewaktu-waktu bisa berlaga di kejuaraan yang sifatnya nasional.
“Sejak beberapa bulan lalu, saya terus menggodok putra saya untuk berlatih secara serius di Kipan A Tateli. Program latihan ini memang inisiatif pribadi saya yang menginginkan agar cabang olahraga ini tetap eksis walaupun atletnya sudah jarang ditemui di Sulut,” kata Banto, kemarin.(dni)
|
|