|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Kawat Bronjong Menghilang di Pasaran
|
Kawat bronjong yang biasa dipakai sebagai bahan utama untuk kontruksi jembatan, kini menghilang di pasaran. Toko-toko bangunan yang menjamur di Kotamobagu pun telah kehabisan stok. Usut punya usut, hilangnya kawat bronjong yang harganya berkisar Rp 385 ribu sampai Rp 395 ribu per rolnya, disebabkan oleh banyaknya permintaan dari para kontraktor pelaksana proyek bencana di Bolmong yang banderolnya mencapai puluhan milair rupiah.
Kekurangan stok kawat bronjong tersebut belakangan diakui oleh Kadin Bolmong, sebagaimana disampaikan wakil ketuanya Maulid Hamim SE. “Dari semua bahan bangunan yang dibutuhkan, hanya jenis stok kawat bronjong ini yang tidak sempat diantisipasi. Sehingga banyak kontraktor yang kesulitan mendapatkannya, dan terpaksa memesan dari luar daerah,” aku dia, ketika dikonfirmasi Rabu lalu.
Meski begitu, lanjut dia, satu hal yang patut disyukuri oleh semua pelaksana kegiatan di Bolmong adalah, harga bahan bangunan yang sampai kini masih tetap stabil. Lihat saja semen, per saknya masih tetap di kisaran Rp 37.500 sampai Rp 38 ribu per sak. Begitupun kawat bronjong sendiri yang kini mulai langka di pasar, tidak mengalami kenaikan harga yang berarti.
“Menurut pegamatan Kadin sendiri, harga bahan bangunan masih stabil sampai sekarang. Tak ada kenaikan yang berdampak pada masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.
Kecuali itu, Hamim menuturkan pengalamannya bahwa dengan adanya informasi tentang kenaikan gaji PNS, berpeluang pada kenaikan bahan bangunan. “pengalaman saya selama ini, ketika gaji PNS naik, serta merta harga barang akan merangkak naik. Termasuk harga bahan bangunan,” ucapnya, sembari memprediksi akan ada kenaikan harga bahan bangunan mulai tahun depan, ketika gaji PNS dinaikkan. (tus)
|
|