HOME : FOOTBALL

Headlines News  

08 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Hari ini, ribuan warga Sulut ‘serbu’ Senayan 
Selamat Datang Empat Kabupaten/Kota Baru! 


Perjuangan panjang Sulut me-lahirkan empat daerah peme-karan yang baru, klimaksnya akan ditentukan dalam sidang paripurna Jumat (08/12) ini, di Gedung DPR RI, Senayan Ja-karta. 
Momentum bersejarah ini ba-kal disaksikan ratusan, bahkan ri-buan warga Sulut yang terbang langsung ke ibukota negara. 
Direncanakan, paripurna yang akan dipimpin Ketua DPR Agung Laksono akan mengetuk 17 RUU pemekaran menjadi UU pemekaran, di antaranya 4 RUU milik Sulut, yakni Kabupaten Mi-
nahasa Tenggara (Mitra), Bol-mong Utara (Bolmut), Sitaro (Siau, Tagulandang dan Bia-ro), serta Kota Kotamobagu (KK). 
Sementara itu, sebagaimana laporan wartawan koran ini yang sudah berada di Jakar-ta, ribuan warga Sulut akan mendatangi gedung DPR. Me-reka akan membawa berbagai spanduk sebagai luapan ke-gembiraan menyambut empat daerah pemekaran baru ter-sebut. 
Kalau kemarin (07/12), jumlah ‘delegasi’ Sulut ini ba-ru mencapai ratusan, namun informasi terbaru menye-butkan, jumlahnya bakal ber-tambah menjadi ribuan. Se-bab ada ratusan lagi warga yang terbang hari ini menuju Jakarta. 
Jika jumlahnya mencapai ribuan, dipastikan tidak se-mua ‘delegasi’ Sulut bisa menyaksikan langsung sidang paripurna tersebut. Pasalnya, kapasitas tempat duduk un-tuk peninjau hanya berjum-lah sekitar 500-an. Apalagi dari daerah pemekaran di luar Sulut, terlihat turut menyerbu Senayan. 
‘’Mereka dipastikan tidak bisa masuk semuanya,’’ ungkap pihak sekretariat DPR RI. Sementara informasi me-nyebutkan, hampir seluruh hukum tua/lurah yang ber-ada di enam kecamatan yakni Ratahan, Tombatu, Touluaan, Belang, Ratatotok dan Puso-maen turut berangkat ke Jakarta. Khusus untuk ka-langan aktivis sendiri dan ma-syarakat umum sampai Kamis (07/12) kemarin, su-dah sekitar 400 orang yang berangkat. Ada yang didanai oleh Pemkab Minsel, ada yang bersumber dari ADD, ada sumbangan pihak ketiga dan uang pribadi.
Belum lagi, kata Ketua KNPI Pusomaen Crisno Katian-dagho SSos MSi, Ketua KNPI Tombatu Soni Pondalos SE, Ketua KNPI Ratahan Agus Mawu, Ketua KNPI Touluaan Jones South SPd, delegasi akan ketambahan warga Mitra yang ada di Jakarta dan sekitarnya. 
Sementara itu, menurut Ketua Forum Pendukung Pembentukan Kabupaten Mi-tra Johanis Jangin SE, pihak-nya terkejut dengan animo masyarakat Mitra yang begitu bersemangat untuk menyak-sikan secara langsung pari-purna pengesahan DPR RI di Jakarta, Jumat (08/12) ini. “Delegasi terdiri dari beberapa kelompok yang masing-ma-sing pimpinan rombongan agak kesulitan juga mengatur keberangkatan, akomodasi dan konsumsi serta hal lain-nya. Tapi terima kasih atas se-muanya ini,” ujar anggota DPRD Minsel utusan PDS ini. 
TUAI KRITIKAN
Namun begitu, berbondong-bondongnya masyarakat Su-lut menuju Jakarta, terus mengundang kritikan, ter-utama yang menggunakan uang kas daerah. Pengamat Politik dan Pemerintahan Max Rembang mengatakan, apa yang dilakukan pemerintah dan masyarakat di tiga dae-rah tersebut sangat menge-cewakan. Pasalnya, banyak uang yang harus dihambur-hamburkan hanya untuk sekadar melihat dari dekat momen penting tersebut.
“Memang ada sisi positifnya karena ada yang menyak-sikan secara langsung. Tapi itu jika hanya orang-orang penting saja yang diutus ke Jakarta. Tapi dengan kenya-taan begitu banyak masyara-kat ke Jakarta maka tentunya sangat merugikan,” ungkapnya.
Dijelaskannya, dengan be-rangkat ke Jakarta maka de-ngan sendirinya banyak uang daaerah yang hambur-ham-burkan ke Jakarta. Padahal, uang tersebut dapat diguna-kan untuk kepentingan dan kemajuan di daerah. “Dengan berangkat ke Jakarta berarti banyak uang lari ke Jakarta. Padahal daerah sendiri masih membutuhkan banyak dana untuk memajukan daerah,” ujarnya.
Karenanya, Rembang ber-harap agar hal ini dapat menjadi pelajaran berarti untuk tidak lagi terulang kembali. “Yang berangkat cukup orang-orang tertentu saja. Tidak perlu semua ma-syarakat terbang ke Jakarta. Jelas ini sangat-sangat meru-gikan daerah dan menyakit-kan masyarakat,” paparnya.
Hal yang sama juga dike-mukakan kalangan akademisi Ir Maxi Lolong MT. Menu-rutnya, aksi ratusan warga ini memberikan citra yang ku-rang baik bagi kemajuan dae-rah, khususnya bagi kema-juan daerah pemekaran. 
“Kebijakan seperti ini tidak-lah bijaksana. Ini sebuah pemborosan yang tidak perlu. Untuk apa kita menghambur-hamburkan uang hanya sekedar menyaksikan proses penetapan RUU pemekaran. Tanpa kita ke Jakarta pun pemekaran terjadi. Ini jelas-jelas sebuah kemunduran,” tukasnya.
Dikatakan Dekan Fakultas Teknik Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (Unsrit) ini, sebuah daerah pemekaran sangat membutuhkan dana yang besar. Karena itu alang-kah bijak jika dana yang digu-nakan untuk berangkat dialo-kasikan untuk membangun daerah-daerah yang akan dimekarkan tersebut.
Sementara itu, pemerintah propinsi juga mengungkap-kan pernyataan kekecewaan-nya terhadap aksi noreng pe-mekaran tersebut. Sebagai-mana yang dikemukakan Plt Sekertaris Propinsi Sulut Drs Robby Mamuaja, tidak seha-rusnya masyarakat meng-hambur-hamburkan uang hanya untuk aksi sesaat ter-sebut. “Ini jelas-jelas tindakan yang tidak bijaksana. Cukup satu-dua orang ke Jakarta dan yang lain sebaiknya tinggal dan memikirkan bagaimana membangun daerah yang baru dimekarkan tersebut,” ujar-nya. 
Mamuaja sendiri mengakui pemprop Sulut tidak bisa membendung keinginan ra-tusan masyarakat yang ingin ke Jakarta. Namun demikian dirinya berharap agar ke de-pan aksi seperti ini jangan sam-pai terulang kembali.(tru/zal/imo)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin