HOME : FOOTBALL

Headlines News  

08 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Gigolo dan PSK Asing Ditangkap Aparat Imigrasi


Tidak hanya pemain sepak-bola asing yang mencari naf-kah di Indonesia (Jakarta), se-bab kalangan praktisi pros-titusi dari negara asing pun sudah marak melancarkan aksinya di Jakarta. Buktinya, sekitar 44 perempuan PSK asal Cina dan sejumlah gigolo dari India dan negara Afrika, terja-ring petugas imigrasi dan polisi. 
Dalam operasi yang dilaku-kan Ditjen Imigrasi Depkum HAM dibantu Polda Metro Ja-ya, 44 perempuan asing di-amankan dari Hotel Olympic Jakarta. “Mereka ditangkap karena terdapat indikasi pe-nyalahgunaan visa izin ting-gal. Diduga mereka adalah pe-kerja seks komersial, tapi ka-mi masih melakukan pemerik-saan,” kata Menkum HAM Ha-mid Awaludin, Selasa (05/12)
Saat terjaring, para perem-puan yang seluruhnya berpa-kaian serba minim dan seksi tersebut sedang menikmati hiburan di dalam ruang ka-raoke Hotel Olympic Jakarta. Mereka terdiri dari 43 perem-puan asal RRC dan satu asal Vietnam. Menurut Hamid, para perempuan asing itu sudah tinggal lebih kurang sa-tu bulan di hotel yang berdo-misili di daerah Taman Sari, Jakarta Pusat tersebut.
Di tempat terpisah, lima War-ga Negara Asing (WNA) yang berprofesi sebagai gigolo di-tangkap oleh aparat imigrasi. Mereka diduga melanggar aturan keimigrasian. Aparat imigrasi telah melakukan operasi penyamaran sejak 4 Desember hingga 7 Desember 2006. Penyamaran ini pun berawal dari adanya laporan masyarakat tentang adanya transaksi seks yang melibat-kan pria warga asing. 
Transaksi seks ini, menurut laporan warga, terjadi di bebe-rapa hotel di bilangan Jakarta Barat yakni di Jalan Mangga Besar dan Jalan Jaksa. Apa-rat pun menyamar sebagai penyewa gigolo itu.
Kelima gigolo asing yang di-tangkap itu antara lain, Ba-bani Rajesh Vadesh dan Nir-mal Kumar yang berwarga ne-gara India. Kemudian warga ne-gara Kamerun Nlate Ndjou’ou Martin, warga negara Liberia Tiwmy Smith dan seorang lagi berwarga negara Guinnea ber-nama Ezenwa Paul Ogonna.
Mereka ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda. Babani dan Nirmal, misalnya, ditangkap di Hotel Sparks pada 5 Desember. Aparat yang menyamar bersepakat dengan harga sewa Rp 3.000.000 per orang dan masuk ke kamar hotel untuk adegan pertun-jukkan seks tanpa menyentuh pasangan. Setelah itu aparat pun langsung menyergap mereka. Cerita yang sama dialami Nlate ketika disergap di Hotel Mercure pada 6 De-sember. Saat tawar menawar sepakat berhenti pada Rp 1.500.000, Nlate bersama pe-tugas yang menyamar masuk ke kamar hotel dan langsung disergap. Dengan harga sewa yang sama pula, Tiwmy dan Ezenwa langsung tertangkap basah melakukan pertunjuk-kan seks tanpa menyentuh pasangan di Hotel Fortune. Aparat yang menyamar seba-gai pasangan langsung me-nyergap mereka saat adegan seks dilakukan.
Mereka lalu dibawa ke Kanim Klas I Khusus Jakarta Barat. Dari kelima orang itu, hanya dua yang tidak dapat menun-jukkan paspornya ketika pe-nyergapan, yakni Tiwmy dan Nlate.(dtc/hgc) 



  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin