|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Keterangan empat legislator hanya dibacakan
Taroreh Benarkan Parasan Mengaku Bagi-bagi Uang
|
Persidangan kasus suap di Dewan Kota (Dekot) Manado yang melibatkan BP alias Pa-rasan sebagai terdakwa, Kamis (08/12), akhirnya digelar de-ngan agenda mendengarkan keterangan saksi yang berasal dari kalangan legislator Manado. Seperti halnya yang dilakukan Walikota Manado, Jimmy Rimba Rogi, keterangan Ferro Taroreh dan Djafar Alkatiri hanya di-sampaikan lewat surat pernya-taan yang mereka kirimkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan dibacakan.
Sementara dua legislator lain-nya, Djeremia Damongilala dan Elvie Watuseke yang juga tidak hadir hanya diambil keterangan-nya pada saat diperiksa petugas penyidik kepolisian pada De-sember 2004 dan Juni 2005.
Yang menarik, Taroreh yang kini menjabat Ketua Dekot Ma-nado itu dalam suratnya menye-butkan bahwa benar pada 10 Desember 2004 silam, pernah berlangsung pertemuan di ruang kerja Ketua Dekot yang waktu itu dijabat Jimmy Rimba Rogi.
Amir Liputo yang awalnya me-ngungkap ada isu suap dari Pe-merintah Kota (Pemkot) kepada anggota dewan sehubungan de-ngan pembahasan Anggaran Be-lanja Tambahan (ABT) dan hal itu sudah sampai di Polda. Ke-mudian Franklin Sinjallah yang angkat bicara dan bersama Agustien Kambey mendesak agar Parasan mengakui per-buatannya. Parasan akhirnya mengaku telah membagikan uang kepada beberapa anggota dewan dan di tangannya masih tersisa Rp 330 juta.
Selain itu Taroreh juga menga-ku pada 2 Maret 2005, Parasan memintanya mendukung kete-rangan di Polda Sulut antara lain tentang atas nama Fraksi Partai Golkar telah meminjam uang. Parasan juga meminta agar jangan menjelaskan me-ngenai pertemuan dan pembi-caraan pada 10 Desember 2004 di ruang Ketua Dekot bahkan keberadaannya dalam perte-muan itu tidak usah dijelaskan bahkan meminta mengakui Taroreh berada di Sunset Café dan RM Bahari.
Tiga saksi lainnya secara umum menjelaskan mereka ti-dak mengetahui secara lang-sung mengenai suap tersebut bahkan pertemuan yang mereka lakukan di ruangan Imba. Seperti Alkatiri yang menya-takan baru mengetahuinya se-telah membaca media massa. Adapun ketidakhadiran empat legislator tersebut dengan ala-san padatnya aktifitas dan ke-sibukan mereka dalam pe-merintahan sebagai pimpinan maupun anggota dekot.(gra)
|
|