|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Minut = Kota Sampah!(2/habis)
|
SEBAB bagai-mana mungkin pemerintah akan menyelesaikan persoalan sampah ini, sedangkan Pemkab Minut sendiri hingga saat ini belum memiliki mobil pengangkut sampah, apalagi lokasi yang Tempat Pem-buangan Akhir (TPA).
Meski demikian, penulis yakin Pemkab Minut yang dikelilingi para pejabat yang memiliki pendidikan yang cukup tinggi serta pengalaman yang sangat luar biasa di bidang pemerin-tahan, menyadari persoalan sampah ini, tapi mungkin… karena dililit oleh tugas-tugas dan pekerjaan yang lebih pen-ting sehingga masalah sampah yang seharusnya di nomor sa-tukan dari pembangunan Kan-tor Gabungan Dinas (Gabdin), pembuatan Jembatan, Penga-daan Dayang maupun Pengas-palan Jalan yang ada di Minut, pa-da akhirnya de-ngan terpaksa sampah di nomor duakan.
Semoga dengan Minut = Kota Sampah kali ini, PAS (Panam-bunan-Singal) akan mengambil hikmah positif da-ri tulisan ini. Dan penulias yakin, dalam APBD 2007 nanti PAS akan menjadikan masalah sam-pah menjadi topik yang perlu ada perhatian serius dari peme-rintah dan masyarakat Minut. Dan kalau pun dinilai perlu, pe-merintah sebaiknya membuat perda khusus mengenai sam-pah, sekaligus membantuk dinas yang khusus menangani masalah kebesihan. Kan tidak salah kalimat bijak yang me-ngatakan bersih itu sehat, apa-lagi jika pemerintah di Minut sehat dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, pasti masyarakat juga akan merasakan hal yang sama.(***)
|
|