|
|
|
|
![]() |
e![]() |
|
Menperin
Ingatkan Pelaku Usaha Budayakan Peduli Mutu
|
Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengingatkan kepada pelaku usaha khususnya Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memprioritaskan kualitas produksi, bahkan menja-dikannya sebagai budaya.
Menurutnya, dengan memba-ngun budaya peduli mutu ter-sebut, secara langsung akan berdampak positif terhadap per-ekonomian. Terutama dapat mendorong lajunya pertum-buhan ekonomi nasional yang lebih tinggi. “Dalam era globa-lisasi dan persaingan tidak za-mannya lagi kita bekerja tanpa memperhatikan upaya untuk terus menerus meningkatkan produktivitas efisiensi dan daya saing. Sebab, para pesaing kita terlebih dahulu telah mela-kukannya,” kata Fahmi dalam sambutannya saat membuka secara resmi Konvensi Nasional Gugus Kendali Mutu-Industri Kecil Menengah (GKM-IKM) yang dilaksanakan di MCC, Rabu (06/12).
Sejauh ini, kata Fahmi, berda-sarkan suatu survey, produk-tivitas tekstil Indonesia terting-gal tiga kali dari India dan 4,8 dari Cina. Hal yang sama juga terjadi pada bidang elektronika mau pun pakaian jadi. “Gamba-ran ini menunjukkan perlunya peningkatan produktivitas di perusahaan-perusahaan. Sebab, dengan meningkatnya produktivitas akan membuat surplus perusahaan jadi lebih besar. Yang tentunya akan di-ikuti dengan menaikkan nilai tambah produk serta biaya te-naga kerja menurun. Artinya dengan berlimpahnya jumlah barang, maka harga menjadi murah dan penghasilan pekerja pun menjadi lebih besar,” papar Fahmi kembali.
Selanjutnya dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 33 propinsi tersebut, Wakil Gubernur Sulut Freddy H Sualang menyatakan bahwa 99 persen pelaku usaha yang ada di Sulut dikuasai oleh IKM. Hal ini membuktikan bah-wa kelangsungan perekonomian Sulut turut ditentukan oleh keberadaan IKM.
Sementara itu, Kepala Disper-indag Sulut, Drs Albert Pontoh juga menambahkan agar mela-lui iven ini, akan dihasilkan ide-ide baru yang dapat mengge-rakkan kesadaran nasional un-tuk mendorong perkembangan budaya mutu, produktivitas dan daya saing IKM.(eda)
|
|