|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Peran TPI akan lebih dioptimalkan
UN 2007 Akan Ditangani Oleh BSNP
|
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2007 sebagaimana terungkap dalam sosialisasi Selasa (12/12) kemarin akan mendatang akan ditangani oleh lembaga independen, yaitu Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Hal ini menurut Kadis Diknas Sulut Drs Alvius Lomban MSi didampingi Kasubdin Pembinaan dan Pengembangan SMA dan Dikti Drs JSJ Wowor MSi, merupakan salah salah satu perbedaan dalam pelaksanaan UN nantinya.
“Penananganan UN oleh BSNP akan dibantu oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Depdiknas dalam penyusunan soalnya,” jelasnya. Lebih lanjut, peranan Tim Pemantau Independen (TPI) akan lebih dioptimalkan dan akan di dibentuk sekretariat di tingkat propinsi dan kabupaten/kota. Tim ini menurut Wowor akan terdiri dari sejumlah unsur, antara lain Perguruan Tinggi (PT), Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) serta dari asosiasi profesi non guru. “Tim ini dalam waktu dekat akan dibentuk oleh BSNP,” imbuhnya.
Sementara mengenai kriteria kelulusan akan ditentukan oleh tiga faktor, masing-masing hasil UN, hasil Ujian Sekolah (US) dan nilai pelajaran normatif seperti Agama, Pendidikan Kewarganegaraan dan Penjaskes. “Untuk standar minimal kelulusan dalan UN telah ditentukan secara nasional, sementara untuk standar minimal kelulusan US ditentukan oleh pihak sekolah. Sementara untuk nilai estetika minimal harus baik,” jelas Wowor. Dimana untuk UN lanjutnya minimal setiap mata pelajaran minilai 4,25 dengan nilai rata-rata 5 atau satu nilai 4 dan lainnya minimal 6.
Lebih lanjut dikemukakan Wowor, bahwa bagi siswa yang belum lulus tahun lalu, bisa mendaftarkan diri ke sekolah untuk mengikuti UN. Tapi bagi yang sudah memenuhi dua standar kelulusan UN, bisa dinyatakan lulus pada tahun ajaran 2007. “Tetapi dianjurkan mereka kembali mengikuti ujian. Atau bisa saja hanya mengikuti ujian yang nilainya paling rendah saja. Tapi yang akan dipakai adalah nilai tertinggi,” urainya.
Ditambahkan Lomban, peserta sosialisasi dari kabupaten/kota diharapkan akan meneruskan sosialisasi di daerahnya masing-masing. “Sehingga masyarakat tidak diresahkan dengan adanya perubahan dalam sistem UN tahun depan. Sebab pelaksanaanya akan lebih ketat, untuk itu diharapkan siswa akan lebih serius mempersiapkan diri untuk menghadapi UN,” pungkasnya.
Sosialisasi yang digelar di ruang IPTEK ini diikuti oleh Dinas Diknas Kabupaten/kota, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) kabupaten/kota, Ketua Dewan Pendidikan kabupaten/kota dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta. “Sosialisasi dibawakan oleh Sekretaris BSNP Suharno,” imbuh Wowor.(vic)
|
|