HOME : FOOTBALL

Headlines News  

13 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Prof Dr Ir LW Sondakh MEc
Investasi Asing Jeblok, Akibat Tingginya Pungutan


Rektor Unsrat yang juga ekonom nasional, Prof Dr Ir LW Sondakh MEc menilai, jebloknya investasi asing masuk ke Sulut selang 2006, masih dipengaruhi faktor klasik di Indonesia, di mana pungutan terhadap perusa-haan tinggi. Baik melalui tax (pajak), non-tax, dan mafia tax. 
Selain itu, Prof Sondakh me-lihat rendahnya Foreign Direct Investment (FDI) ini dise-babkan faktor ‘konflik in-ternal’. “Tak heran FDI ba-nyak mengarah pada Cina, Vietnam, India, Thailand, Filipina dan lainnya,’’ ungkap jebolan Universitas Australia ini ketika diwawancarai Ko-mentar, kemarin (12/12). 
Kenapa FDI lari ke negara-negara Cina dll? Itu karena di negara-negara tersebut, ke-pastian usahanya tinggi yang ditunjang oleh infrastruktur darat, laut dan udara serta fasilitas internet yang lebih baik. Di samping itu, kata Prof Sondakh, ditunjang dengan kondisi ekonomi sejumlah negara tersebut yang secara internal sangat desentralisasi dalam pelayanan publik, tapi secara global sangat solid dalam mobilisasi kekuatan networking. 
Ayah Angelina Sondakh ini juga melihat komitmen peme-rintah, seperti Cina, dalam memberangus KKN sangat tinggi dan jelas, sampai-sampai seorang koruptor ditembak mati di depan umum. ‘’Berikut perila-ku pejabat mereka memiliki entrepreneurship yang tinggi, degree of economy dan e-govern-ment-nya juga tinggi, serta bi-aya demokrasi rendah (demo kurang),” bebernya.
Hal ini katanya, karena ke-kuatan pemerintahnya yang lebih kuat dibanding kaum preman dan ‘mafia’. “Dan last but not least, yakni keperca-yaan. Budaya masyarakat yang percaya bahwa sukses dalam hidup itu bukan nanti kalau sudah mati, tapi juga di dunia,” kuncinya berfilosofi.
Sementara akademisi dari Fakultas Ekonomi (Fekon) Unsrat, David Saerang PhD menambahkan, keberadaan Sulut di wilayah yang dekat dengan daerah konflik, cukup mempengaruhi anjloknya investasi asing di daerah ini. PD I Fekon ini juga menyitir soal daya tarik investor terha-dap Sulut yang masih kurang karena belum ditunjang infrastruktur yang memadai. 
CALO INVESTASI
Pada bagian lain, Anggota DPRD Sulut dari F-PDIP, James Sumendap SH menyitir masalah jebloknya investasi asing di Sulut, terkait calo investasi. Diingatkannya agar kabupaten/kota lebih berha-ti-hati lagi dalam melayani penjajakan kerja sama di bi-dang investasi. “Memang ba-nyak investor yang sudah menjanjikan akan menanam-kan modal di Sulut, tapi sam-pai saat ini tak ada realisasi-nya. Ini terjadi karena peme-rintah kabupaten/kota tak berhati-hati,” tukas Sumen-dap, Senin (12/12).
Dicontohkan oleh salah satu Wakil Ketua DPD PDIP Sulut ini soal investor pisang, gula aren, gula pasir maupun alkohol di Minsel bahkan IHP, juga IHP di Bitung. “Harus diwaspadai apakah yang menawarkan in-vestasi itu benar-benar pengu-saha benaran atau hanya calo atau broker. Kalau kabupaten/kota tak paham akan dunia investasi, tentu meski pun sudah ada penandatanganan MoU, belum tentu akan ada hasilnya,” tukasnya lagi sembari menyebutkan contoh penjaja-kan investasi yang dilakukan Pemprop Sulut seperti Hotel Sedona, gula aren, Hotel Quality yang di antaranya me-lalui konsorsium dengan negara asing. “Jadi investasi nol itu ada di kabupaten/ko-ta, bukan di propinsi,” pung-kasnya.
Diwawancarai terpisah, baik Drs Ruben Saerang, Drs Geor-ge Lengkong maupun Royke Tangkudung mengatakan, ke depan harus ada tim inves-tigasi untuk menyelidiki bo-nafiditas calon investor. Di mana tim investigasi dapat bekerja sama dengan kedu-taan yang disebutkan asal ne-gara calon investor. Sehingga dengan begitu akan diketahui secara pasti apakah investor-nya benar-benar memiliki pe-rusahaan di luar negeri atau hanya mencari dana di daerah untuk dijadikan uang saku saja.(tru/vic)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin