|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Dinas PU disetujui
RR-JT Head to Head!
|
20 ranperda resmi dijadikan perda melalui sidang pa-ripurna DPRD Sulut, Selasa (12/12) kemarin. Salah satu perda yang disahkan adalah tentang merger Dinas Prasarana Permukiman (Pras-kim) dan Dinas Sumber Daya Air (SDA). Kedua dinas ini di-lebur menjadi Dinas Peker-jaan Umum (PU). Konsekuen-sinya, seorang kadis bakal terdepak.
Seperti diketahui untuk saat ini, Ir Roy Roring (RR) adalah Kadis Kimpraswil, sedangkan Ir Jost Tambayong (JT) adalah Kadis SDA. Baik RR dan JT disebut-sebut birokrat yang andal dan berpengalaman di dunia ‘pekerjaan umum’. Ke-dua insinyur teknik ini sama-sama pernah menukangi Di-nas PU di tingkat kabupaten/kota.
Baik RR maupun JT juga di-kenal luas masyarakat, ter-masuk aktif di organisasi ke-agamaan kaum bapa. RR di-kenal sebagai Ketua Pria Ka-um Bapa GMIM dan JT ada-lah Ketua KBK (Kaum Bapak Katolik) Keuskupan Manado. Sudah menjadi rahasia umum RR merupakan orang kepercayaan Wagub Freddy Sualang, dan JT juga adalah orang dekat Gubernur SH Sarundajang.
Tak heran ada asumsi bah-wa SHS dan FHS akan tarik-menarik dalam menentukan Kadis PU Sulut. Gubernur jelas memiliki hak prerogatif, namun di sisi lain wagub Sualang memiliki ‘kekuatan’ di tingkat parlemen melalui PDIP. Sebab itu, dukungan parlemen akan lebih dekat pada RR. Apalagi JT sedikit kurang ‘tune’ dengan kala-ngan legislatif.
Namun dengan pertimba-ngan RR kemungkinan men-calonkan diri di Pilkada Mina-hasa, merupakan advantage bagi JT untuk mendapatkan dukungan dari parlemen, terutama F-PG. Sebab jika RR mau terjun ke Minahasa, akan menjadi lawan politik PG yang mencalonkan Vreeke Runtu. Dukungan PG terha-dap JT bisa memberikan ke-untungan politik bagi Vreeke, terutama untuk meraup suara Katolik di Minahasa.
Namun soal merger yang ke-mudian menjurus pada nuansa politis ini secara tidak langsung dieliminir Wakil Fraksi PDIP, Ja-mes Sumendap SH. ‘’Yang saya dengar yang akan jadi Kadis PU adalah bukan RR maupun JT,” ujarnya. Benarkah? Sementara Gubernur Sulut Drs SH Sarun-dajang selaku sang penentu menyatakan, masih akan me-nunggu penetapan dari peme-rintah pusat atas hasil merger tersebut. “Nanti sudah ada penetapan baru bicara siapa pimpinan instansinya,” ujar Sarundajang.(tru)
|
|