|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Demo HAM, masalah
PKL ikut terbawa
Benny Rhamdani Sebut Pemkot Manado Bodoh
|
Memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Desem-ber, berbagai elemen warga menggelar aksi keprihatinan yang dipusatkan di Lapangan Koni Sario Manado Selasa (12/12) kemarin. Orasi-orasi soal pelanggaran HAM, dite-riakan oleh berbagai elemen warga seperti, Benny Rham-dani, Dolvie Maringka, Dr Bert Supit, Anggota DPD RI, Ar-yanthi Baramuli Putri dan lainnya. Bahkan, tokoh-tokoh nasional yang sering turun kejalan menyuarakan masa-lah HAM seperti Rosa Dama-yanti dan Ny Suciwati yang tak lain adalah istri dari (alm) Munir, juga terlihat ikut da-lam aksi tersebut.
Dalam orasi tersebut, semua pembicara terkesan menyu-dutkan Pemerintah Kota Ma-nado terkait aksi Polisi Pa-mong Praja (Pol-PP) dalam penertiban terhadap Peda-gang Kaki Lima (PKL). Bahkan secara terang-teranagn, Ben-ny Rhamdani yang juga ang-gota Dewan Propinsi Sulut, mengatakan, Pemkot Manado tidak cerdas alias bodoh. “Pemkot Manado bodoh dan tidak cerdas saat melakukan penertiban dan penggusuran terhadap PKL di pusat kota lalu. Masa kan, belum ada tempat representatif buat me-reka, sudah digusur. Rakyat harus melawan lewat jalur hukum,” teriak Rhamdani.
Dr Bert Supit mengaku, ketidakadilan HAM menun-tut perubahan sistem peme-rintahan. “Harus rubah sis-tem pemerintahan dan rak-yat harus berjuang,” ucap Supit. Usai menggelar orasi, para pendemo yang dido-minasi oleh para PKL ‘sakit hati’ langsung kembali ke rumahnya masing-masing dengan tertib. (mon)
|
|