|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Kalangan Anggota Dewan Bicara Soal Penjabat
|
Pendapat berbeda dikemuka-kan oleh kalangan anggota DPRD Sulut terkait wacana penjabat daerah pemekaran. Ada yang menyatakan penjabat sebaiknya dari kalangan birokrat senior, namun di lain pihak ada yang menentang pendapat tersebut.
Anggota Komisi C dari Fraksi PDIP James Sumendap SH mi-salnya, pria yang dikenal ce-plas-ceplos ini berpendapat, ca-lon penjabat yang akan diusul-kan ke pusat sebaiknya biro-krat senior. “Kalau yang jadi pen-jabat nantinya adalah mereka yang sudah akan pensiun, saya yakin mereka akan murni me-ngabdi. Setelah ditunjuk seba-gai penjabat pasti tak ada am-bisi untuk maju dalam pilkada,” katanya, Selasa (12/12).
Berbeda dengan rekannya, Drs Steven Kandouw berpen-dapat yang diusulkan sebagai calon penjabat sebaiknya ada-lah birokrat muda. Sebab jika yang diusulkan dari kalangan birokrat senior, peluang untuk terjadinya aji mumpung justru lebih besar. “Kalau yang ditun-juk birokrat senior, saya kha-watir posisi penjabat hanya di-manfaatkan untuk kejar setor-an. Mumpung sudah akan pen-siun jadi harus kumpul harta sebanyak-sebanyaknya,” ujar Kandouw.
Sementara itu, Ketua DPRD Sulut Drs Syachrial Damopolii lebih menyorot soal wacana pu-tra daerah dalam rekrutmen penjabat. Menurutnya, wacana tersebut sebaiknya tidak dija-dikan sebagai salah satu syarat dalam melakukan rekrutmen penjabat. “Kalau tidak ada ca-lon penjabat dari putra daerah, untuk apa dipaksakan. Yang penting penjabat yang akan ditempatkan adalah PNS yang cakap dan profesional,” ujar Yal, sapaan akrabnya.(tru)
|
|