|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dishut Akui Pengawasan Hutan Minim
|
Dinas Kehutanan (Dishut) Minahasa nampaknya belum bisa berbuat banyak, menyikapi segudang persoalan. Terutama menyangkut minimnya penga-wasan hutan di wilayah Mina-hasa. Bukan itu saja, urusan dapur sendiri juga menjadi persoalan.
Hal ini diakui Kepala Dishut Minahasa, Journal Mala, saat menggelar konferensi pers de-ngan kalangan wartawan Biro Minahasa, Rabu (13/12) ke-marin. Hanya saja, menurut Mala, persoalan ini turut dipicu beberapa kendala. Yang perta-ma adalah kendala klasik, yakni biaya operasional. Kedua ada-lah jumlah personel Polisi Hutan (Polhut) yang kurang. “Ideal-nya, satu petugas polhut me-ngawasi 500 hektar hutan. Tapi saat ini kita hanya punya dua petugas polhut. Padahal luas areal hutan di Minahasa men-capai 23.000 hektar. Jadi se-mestinya petugas polhut harus ditambah 44 orang lagi. Yah, kita tentu berharap ada penam-bahan personel polhut agar pe-ngawasan hutan dapat berjalan optimal,” tandas Mala.
Di satu sisi, lanjut Mala, masih ada hal yang mengganjal upaya Dishut dalam mencapai target PAD sebesar 100 juta untuk 2006 ini. Pasalnya, Dishut sangat sulit menentukan parameter untuk retribusi yang akan dipungut dari usaha sarang Burung Wallet. Apalagi pihak pengusaha burung wallet yang ada di Minahasa tidak tahu berapa retribusi yang harus mereka setor. Jadi, Dishut hanya menerima apa adanya, saat pengusaha menyetor retribusi mereka. “Kalau hanya demi pen-capaian target PAD, kami pasti bisa melakukannya, walaupun harus utang sana-sini. Tapi kan bukan begitu esensinya. Tugas kita adalah bagaimana menem-patkan tugas kita secara pro-porsional,” jelas Mala.
Diapun berharap ke depan ada perubahan terhadap kinerja pi-haknya. Baik penambahan per-sonel polhut yang bertugas di la-pangan, serta peninjauan kem-bali target PAD untuk Dishut. Yang pasti, tambah Mala, pihak-nya terus berupaya sebaik mung-kin untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab di sektor. “Ya, sejumlah staf Dishut sudah disebar ke areal hutan untuk melakukan pengawasan. Kami juga sedang merencanakan penanaman ribuan pohon, dan bibitnya sudah ada sekitar 140 ribu. Ini sebagai upaya reha-bilitasi lingkungan dan hutan. Rencananya juga akan ada penanaman bibit pohon di seputaran Danau Tondano,” imbuhnya.(dav)
|
|