|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Wacana rolling pejabat
Sinergitas Sondakh-Lahindo Diuji
|
Wacana rolling pejabat eselon II yang mencuat akhir-akhir ini setidaknya bakal menguji keharmonisan hubungan Walikota Hanny Sondakh dan Wakil Walikota Robert Lahindo. Betapa tidak, jika hal ini jadi dilakukan maka diprediksikan bakal terjadi ‘benturan’ kepentingan antara Sondakh dan Lahindo.
Hal ini terlihat saat Son-dakh me-nyorot ki-nerja se-jumlah pejabat yang nota bene di-kenal se-bagai ‘orang dekat’ Lahindo. Tak tanggung-tanggung Son-dakh menyatakan akan me-lakukan refreshing bagi me-reka, sebab sebagaimana pan-tauannya mereka tak menja-lankan tupoksi sebagaimana mestinya.
Pengamat sosial Bitung Mi-chael Yakobus SH MH kepada wartawan mengatakan ‘di-presurenya’ sejumlah pejabat yang sudah menjadi rahasia umum adalah ‘orang dekat’ Lahindo akan berdampak pada hubungan mesra Son-dakh-Lahindo yang tercipta selama ini.
“Ini su-dah pasti akan mempe-ngaruhi hubungan mesra Sondakh-Lahindo. Dari sisi kewenangan memang hak prerogatif ada di tangan walikota dengan memper-timbangkan masukan-ma-sukan dari wakilnya dan Ba-perjakat. Tetapi semua ada di tangan Sondakh, jika walikota nekat membabat maka tentu ada imbasnya,” tukas aktivis Kota Bitung ini.
Selain sisi sinergitas diuji, menurut Yakobus juga dibu-tuhkan saling keterbukaan dan kejujuran antara Son-dakh-Lahindo. “Misalkan wa-kil walikota tugasnya adalah pengawasan, nah dari sini akan terlihat apakah wakil walikota memberikan masuk-an kepada walikota terkait ki-nerja setiap kepala unit. Baik itu prestasi maupun kema-lasan dan kelambanan sekali-pun. Jangan-jangan hal ini ti-dak pernah dilakukan,” tukasnya.
Sementara itu signal evalua-si kinerja bahkan rolling jabatan dipastikan Ketua Tim Baperjakat, MJ Lomban SE. Menurutnya hal itu paling pas dilakukan awal tahun 2007. “Tepat satu tahun kepemim-pinan Pak Sondakh dan Pak Lahindo, evaluasi kinerja ke-pala unit pas dilakukan. Tapi perlu diingat berbagai masuk-an, laporan dan evaluasi su-dah kami lakukan dan semua itu tergantung user, sebab Ba-perjakat bukan pengambil kebijakan,” pungkasnya.
Di sisi lain nama-nama ber-hembus belakangan yang bakal kena penyegaran alias rolling bahkan ada yang ter-ancam non job di antaranya Kadis PU-Kimpraswil, Kadis Perhubungan, Kadis PDK, Kadis Tata Kota, Kadis Naker, Kadis Pariwisata, Kepala Bapedalda, Kepala BKDD dan Kepala BPKAD.(irv)
|
|