HOME : FOOTBALL

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

14 December 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Banjir kritikan, diminta angkat kaki dari Manado
Rhamdani Jangan Cari Muka dan Jadi Provokator

 

 IKUTI BERITA LAIN

Panitia Tender Laptopgate Bantah Mark-up Dana

Pengurus PDBI Manado Terbentuk

Tak Bayar THR, Perusahaan Bakal Ditindak

Krisis air bersih warga teratasi
PDAM Tanggulangi Pencemaran di Sartum

Alasan diputuskannya aliran listrik
Panitia Peringatan HAM Curi Listrik

Pasang Audio dan Knalpot 
Bising Bisa Dijerat Perda Trantib

Lintas Berita Kota

Anggota DPRD Propinsi (Deprop) Sulut, Benny Ramdhani untuk tidak mencari popularitas dan menjadi provokator dengan pernyataan dan tindakannya. Bahkan, bila perilaku ini tetap dipertahankan, lebih baik Ramdhani segera angkat kaki dari Manado.

Penegasan ini merupakan ba-gian dari banjir kritikan yang diungkapkan sejumlah kom-ponen menyusul statemen Rhamdani yang menyebut Pem-kot Manado bodoh dalam pro-gram penertiban terhadap Pe-dagang Kaki Lima (PKL) khu-susnya di Pusat Kota Manado. 
Ketua Komisi B Dekot Ma-nado, Drs RAS Didi Syafii, me-ngatakan Rhamdani seharus-nya tahu diri, sebab kalau me-mang benar-benar ingin mem-perjuangkan nasib PKL jangan cuma berkoar-koar yang intinya hanya cari popularitas saja. Se-bab perjuangan untuk mem-bela PKL harusnya dilakukan di Parlemen Propinsi, paling tidak berupaya memperjuangkan anggaran dalam pembahasan agar persoalan relokasi PKL teratasi.
Senada dikatakan Happy Walewangko, personel Dekot lainnya yang juga adalah ang-gota Badan Kehormatan (BK) dekot. Ia menyayangkan sikap Rhamdani, karena apa yang dilakukan pemerintah Kota Manado terhadap penertiban PKL sudah merupakan lang-kah yang tepat dan berani yang seharusnya didukung oleh pemerintah propinsi, ka-rena Kota Manado adalah ibukota propinsi. 
Tindakan yang dilakukan Ramdani tersebut dimintanya untuk diklarifikasi, sebab nyata-nyata telah menyudut-kan Pemerintah Kota Manado. Senada dengan Syafii, ia me-ngatakan bahwa persoalan PKL seharunya diperjuangkan dalam APBD Propinsi meng-ingat ia berstatus anggota DPRD Propinsi dan bukannya berkoar-koar. 
Sementara itu, Jubir Pem-kot, Drs Ferry Karwur menga-takan, penertiban yang dila-kukan oleh Pemkot Manado, berdasarkan aturan untuk membuat Kota Manado men-jadi lebih indah. “Kebijakan Pemkot Manado sudah jelas mengenai penertiban dalam rangka menata Kota Manado berdasarkan aturan. Jadi, sebenarnya Ramdhani sendiri yang tidak tahu aturan,” ujar Karwur tegas. 
“Siapa pun yang ingin tinggal di Manado, termasuk Benny Ramdhani, harus ikut aturan yang ada. Kalo memang ada yang merasa dirugikan dengan kebijakan pemkot ini, silakan tempuh jalur hukum. Jangan seenaknya mengeluarkan statemen-statemen,” tambah Karwur.
Kritikan juga datang dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Manado. “Ramdhani harusnya tahu diri bahwa ia adalah wakil rakyat dari Bolmong. Jangan karena hanya ingin mencari pamor lantas mencampuri urusan Pemkot Manado. Apalagi ka-lau mau jujur kan selama ting-gal di Manado, ia menikmati fasilitas dari kebijakan-kebijakan pemkot,” ujar Rubi Rumpesak, Ketua DPC GMKI Manado. 
Ia mengatakan, selama ini Ramdhani terkesan sering mengeluarkan statemen yang meresahkan dan provokatif. Karena itu, secara tegas Rum-pesak mengatakan, kalau Ramdhani terus mengeluar-kan statemen yang meresah-kan apalagi berpotensi meng-ganggu stabilitas keamanan, lebih baik yang bersangkutan angkat kaki dari Manado. 
Sementara itu, komponen mahasiswa juga menyuarakan hal yang sama. Perwakilan da-ri mahasiswa masing-masing, Dedykarto Ansiga (Ketua Se-nat Hukum Unsrat), Stife Lumi (Ketua Senat Pertanian Un-srat), Apler Bentian (Ketua Senat Perikanan Unsrat), Christian Bajodo (Korda Pe-muda KGPM Manado), dan Markus Wantania (Sekretaris GMNI) yang mendatanagi langsung kantor harian ini, Rabu (13/12) kemarin menga-takan, Ramdhani justru yang bodoh dan seharusnya dia yang harus angkat kaki dari Manado karena tidak mendu-kung program pemkot. 
“Warga Kota Manado selu-ruhnya sangat mendukung program pemkot. Jika Rham-dani menuding pemkot bodoh, berarti dia tidak mendukung program tersebut. Hal ini jelas, jika ingin dan aktivis pemuda lainnya, Altino Tumengkol, (mantan Ketua senat FISIP Unsrat) mengatakan, Pemkot Manado harus maju terus dan tidak usah menghiraukan statemen-statemen dari poli-tisi-politisi kesiangan yang justru tak cerdas. 
“Rhamdani tak mencermin-kan inklusivitas baik selaku politisi yang dibesarkan di Manado maupun sebagai elit/tokoh pemuda. Yang tak cer-das dan bodoh adalah politisi-politisi kesiangan dan tak menginginkan Manado ba-gus,” ujar Mokodompis dan Tumengkol dari balik hand-phone saat dihubungi ke-marin.(ran/ftj/mon)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin