|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Penyandang Cacat Titip Pesan Moral buat Sarundajang
|
Adalah hal yang wajar jika Gubernur Sulut Drs SH Sarun-dajang mendapatkan masukan dari staf ahli, penasihat gubernur atau kalangan terhormat dan terpelajar. Namun akan menjadi hal yang luar biasa dan menarik jika gubernur mendapat masukan dari penyandang cacat yang ada di daerah ini.
Tapi itulah yang terjadi tatkala salah seorang perwakilan pe-nyandang cacat, Herman Son-dakh mengunjungi dapur harian Komentar, Selasa (12/12) ma-lam. Dalam kesempatan itu Son-dakh mengungkapkan pesan moral yang ingin disampaikannya kepada gubernur.
“Pesan moral yang ingin saya sampaikan kepada gubernur sebenarnya terkait dengan ren-cana kedatangan Presiden SBY ke daerah ini. Namun sayang, menurut informasi yang saya terima kunjungan presiden diba-talkan. Tapi bagi saya itu tidak masalah. Meski presiden batal berkunjung ke Sulut, yang pen-ting pesan moral ini bisa saya sampaikan,” ujarnya.
Menurut Sondakh, pesan moral yang ingin disampaikannya ada-lah meminta gubernur untuk ber-sikap terbuka dan jujur kepada presiden. Maksudnya, apa yang dikemukakan gubernur kepada presiden haruslah sesuai dengan kenyataan. “Selama ini gubernur kan hanya menyampaikan hal-hal yang baik saja kepada pre-siden, sementara yang tidak baik disembunyikan. Harusnya yang tidak baik juga disampaikan. Apa yang terjadi di Sulut kan tidak semuanya baik,” ujarnya.
Gubernur, kata Sondakh, seha-rusnya tidak menyembunyikan ‘aib’ yang ada di daerah ini. Kare-na hal itu menurutnya justru akan merugikan daerah Sulut sendiri.
Di sisi lain, Sondakh meminta Sarundajang untuk tidak dengan mudah menerima begitu saja masukan yang disampaikan presiden. Sebab tidak semua masukan presiden layak dan cocok untuk daerah Sulut.
“Jadi gubernur juga harus tahu hal-hal apa saja yang layak untuk Sulut dan hal-hal apa saja yang tidak layak. Bukan berarti yang menyampaikan masukan seo-rang presiden lantas gubernur harus mengikutinya,” kata Son-dakh.(imo)
|
|