|
|
|
|
![]() |
![]() |
Stok telur menipis
Disperindag Mendatangkannya dari Luar Daerah
Harga komoditi telur pada hari ke-15 bulan Desember ini, meng-alami perubahan cukup signifi-kan. Bahkan kenaikannya ham-pir terjadi setiap hari. Dengan kondisi seperti ini, menjadikan stok telur mulai menepis. Dan sebagai imbasnya harga akan semakin naik dan dipastikan akan berlaku hingga tanggal 20-an.
“Stok telur saat ini mulai me-nipis. Makanya tidak heran ka-lau harga telur terus mengalami kenaikan. Contohnya untuk te-lur yang biasa dijual Rp 600/butir, kini harga dipatok sekitar Rp 700-800/butir. Sedangkan untuk harga per baki, kalau sebelumnya dapat diperoleh de-ngan harga Rp 21 ribu, kini naik hingga Rp 25-26 Rbu/baki,” ungkap Gustav Karinda salah satu pedagang yang ada di Pasar Pinasungkulan-Karombasan, kemarin.
Sementara itu, menyikapi hal ini, Kasubdin Perdagangan Da-lam Negeri, Janny Rembet me-ngatakan untuk melakukan pe-nambahan stok sekaligus juga untuk menstabilkan harga di pasaran, pihaknya tengah mela-kukan negosiasi dengan daerah lain, seperti Makassar dan Jawa. “Untuk maksud ini, setelah kita koordinasikan dengan Dinas Pertanian dan Peternakan telah ada dua perusahaan yang siap untuk memasok telur. Dan diharapkan dalam waktu dekat telah dapat direalisasikan. Dengan catatan tentunya harus disertai keterangan bebas Avian Influenza (AI),” ungkapnya.(eda)
Cocoprima Ekspor Tepung Kelapa
PT Tropica Cocoprima dan PT Setia Jujur Bersama se-lang bulan Desember ini mela-kukan ekspor komoditi tepung kelapa. Hal ini dilakukan ber-turut-turut pada 9 dan 11 De-sember dengan negara tujuan yang meliputi Austria dengan capaian volume sebesar 26 ton dengan nilai sekitar 22,490 USD dan Polandia dengan volume sebesar 50 ton dengan nilai sekitar 37,250 USD.
Sementara itu, untuk negara Belgia volume ekspor menca-pai 25,7 ton dengan nilai se-kitar 22,120 USD. “Tepung ke-lapa ini merupakan bahan ba-ku makanan yang paling disu-kai di negara Eropa. Karena itu, permintaan ekspor rutin dilakukan setiap bulan,” ung-kap Kasi Ekspor Impor Dispe-rindag Sulut, Johny Rumagit kepada wartawan, Kamis (14/12) kemarin.
Selain PT Cocoprima dan Setia Jujur yang melakukan ekspor tepung kelapa, CV Indospice juga melakukan hal yang sama, hanya saja komo-diti yang diekspor adalah pala yang saat ini tengah meng-alami harga bagus. “Pada 9 Desember lalu, PT Indospice telah melakukan ekspor pala dengan tujuan Rotterdam-Belanda, dengan volume sebesar 16 ton atau bernilai sekitar 106 ribu USD,” ujarnya seraya menambahkan bahwa Rotterdam merupakan negara tujuan terbesar dari ekpor pala selain pasaran Asia seperti Jepang.(eda)
Harga Kopra Naik Tipis
SETELAH sempat meng-alami penurunan sebesar Rp 2,600/Kg selama bebe-rapa pekan dari harga yang dipatok sebesar p 2.700/Kg. Kini harga kopra kem-bali bergairah dengan har-ga sebesar Rp 2.800/Kg. Kenaikan ini, menurut se-jumlah pedagang pengum-pul yang ada di Karombasan disebabkan oleh meningkatnya permintaan pabrikan. “Pabrikan mulai melakukan pembelian dengan jumlah yang cukup besar. Dan hal ini turut mempengaruhi kenaikan harga,” ujar salah satu pedagang yang enggan me-nyebutkan namanya.(eda)
|
|