|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Revitalisasi Kantor Berita Antara
(2)
Oleh Theo L Sambuaga (Ketua Komisi I DPR RI)
|
Ada yang mengatakan di zaman globalisasi dan persaingan ketat antarmedia, kantor berita adalah makhluk yang sekarat. Informasi dan berita bisa diperoleh dengan mudah dan murah dari televisi dan internet, mengapa masih memerlukan pasokan berita dari sebuah kantor berita?
Oleh karena itu, sejalan de-ngan kepercayaan dari negara kawasan Asia Pasifik pada An-tara serta tantangan yang dihadapi Antara sendiri, tidak ada jalan lain; Antara harus terus mengupayakan perbaikan manajemen, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta peningkatan layanan produk-produknya.
Sebagaimana dijanjikan oleh Direksi Antara dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI bahwa dibawah ke-pemimpinan Pak Asro Kamal Rokan, Antara akan dikem-bangkan menjadi kantor berita multimedia. Kita semua men-dukungnya agar kantor berita yang penting peranannya sejak jaman perjuangan kemer-dekaan, akan tetap berkiprah dan berjaya di era globalisasi ini.
Perkembangan LKBN Antara yang kami ikuti belakangan ini menunjukkan bahwa setiap hari Antara memproduksi 800 berita dari seluruh Indonesia atau dari luar negeri. Sampai saat ini Antara telah memasok berita teks, foto dan produk audiovisual ke-250 media cetak, 14 stasiun televisi, 100 lebih radio, serta kantor berita di seluruh dunia.
Antara juga menyiarkan 60 berita dalam bahasa Inggris dan 40 dalam bahasa Arab ke man-canegara dan sedang disiapkan pemasokan berita dalam bahasa Mandarin dan Perancis.
Juga dilaporkan bahwa mulai bulan Desember 2006 ini, Antara akan meluncurkan layanan TV Plasma dan berita via SMS bagi pelanggan telepon seluler sebagai produk informasi terbaru.
Produk informasi Antara akan disaksikan publik melalui televisi plasma yang ditem-patkan di sejumlah lokasi stra-tegis, di antaranya di Istana Presiden dan Wakil Presiden, ge-dung parlemen, pusat perbe-lanjaan, dan berbagai bandara di Indonesia.
Begitu juga berita-berita Antara bisa diakses oleh 2,5 juta lebih pelanggan seluler melalui layanan SMS Centernya.
MELAYANI RADIO
Sedangkan niat Antara untuk memasok berita untuk radio juga patut disambut baik. Saat ini terdapat lebih dari 800 sta-siun radio di seluruh Indonesia yang menjadi pasar menarik untuk dilayani Antara. Niat Antara memasok berita radio tentu bermotivasi demi kepen-tingan nasional, karena selama ini radio-radio tersebut mene-rima berita secara gratis dari radio asing.
Apa jadinya jika kuping-kuping rakyat Indonesia, termasuk yang di peloksok-pelosok, hanya mendengarkan siaran radio asing? Pasokan dan materi be-rita radio Antara akan meng-imbangi suara-suara asing apa-lagi suara yang tidak benar, karena komitmen kantor berita ini adalah untuk kepentingan nasional.
Namun, untuk bisa melak-sanakan tugas, peran dan fung-sinya secara efektif, Antara me-merlukan dukungan semua pihak, utamanya pemerintah dan DPR, khususnya menyang-kut status badan hukum Antara yang masih mengambang. Kami di Komisi I DPR RI terus mem-perjuangkan dan mendesak pemerintah agar status badan hukum Antara dapat terse-lesaikan secepatnya.
Sebagai Lembaga Kantor Berita Nasional, Antara juga mempe-roleh pembiayaan dari negara melalui APBN. Sejauh ini harus diakui dukungan anggaran yang diterima Antara masih jauh dari memadai dibandingkan dengan ruang lingkup tugasnya, dan oleh karena itu perlu ditingkat-kan anggarannya.
Sejalan dengan itu Antara ha-rus mempertanggungjawabkan secara terbuka penggunaan ang-garan sesuai dengan mekanisme yang ada. Bukan itu saja, seluruh program dan kegiatan dalam rangka peningkatan kapasitas sesuai dengan blueprint Antara harus senantiasa dilaporkan kepada publik sejalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang melekat pada Antara sebagai lembaga publik. Dirgahayu Antara!(*)
|
|