|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sambut Natal Dengan Kerendahan Hati
|
Natal bukanlah pemborosan. Natal adalah pesta kesederhanaan dan perendahan hati. Artinya Tuhan Yang Agung, yang akbar, yang kuasa, yang transeden mau menjadi seperti yang hina, yang kecil dan yang rendah dan yang manusiawi.
Hal inilah yang perlu diluruskan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Pastor Fred Tawaluyan dan Wakil Sekretaris PKB Sinode GMIM Pdt Lucky Rumopa belum lama ini.
Dijelaskan Tawaluyan dalam diri Yesus untuk menyelamatkan manusia. Natal adalah pesta iman. Untuk itu yang sepatutnya terjadi ialah pesta iman yang diungkapkan dengan pelbagai bentuk, cara dan acara liturgis serta perayaan manusiawi yang menonjolkan persiapan jasmani/lahiriah. “ini suatu kekeliruan besar secara langsung maupun tidak, yang mana hal ini sudah mentradisi dan dikondisikan oleh budaya masyarakat Minahasa yang suka berpesta pora,” tegasnya.
Dimana Tuhan ingin lahir dalam pembaharuan iman dan sikap iman yang konkrit. Karena itu natal haruslah real, konkrit dan aktual. Bukan hanya dalam liturgi saja, tetapi natal adalah kelahiran baru setiap saat di setiap tempat, kegiatan dan suasana.
Rumopa berpendapat perayaan Natal Yesus Kristus merupakan bentuk apresiasi iman terhadap karya keselamatn Allah dalam hidup dunia dan manusia, sehingga peristiwa kelahiran Yesus Kristus harus dilihat pada dimensi kehidupan yang bukan saja pada kebutuhan kebutuhan fisik melainkan kebutuhan rohani.
“Natal bukan Pemborosan hidup melainkan penghematan hidup, artinya natal mengajak kita untuk dapat memposisikan diri kita yang secara proporsional mampu menikmati kehidupan ini dengan baik,” ujarnya.
Sebab peristiwa Natal bukan diukur pada persiapan fisik seperti makanan berlebihan,pesta pora,kemabukan dan hura hura tetapi Makna natal mau mengajak setiap umat Kristiani agar dapat menahan diri dari berbagai tawaran dunia dan keinginan daging yang merupakan perenungan yang sebenarnya. “Kecendrungan mempersiapakan diri berlebihan adalah bentuk dosa serakah yang membawa pada ketamakan dan manipulatif,”tegas Pdt Rumopa yang adalah Ketua jemaat GMIM Nafiri Paal IV Manado.(aan)
|
|