HOME : FOOTBALL

Berita Minahasa Selatan 

15 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Diduga untuk Muluskan APBD Minsel 2007
Lima Fraksi Dekan Dimanja Mobnas Baru


Belum cukup kucuran dana Rp 2,3 Miliar, Pemkab Minsel kembali memanjakan DPRD Minsel dengan menyuplai lima mobil dinas (mobnas) untuk masing-masing fraksi. Kini, lima mobnas jenis Daihatsu Taruna tersebut, sudah ada di tangan ketua masing-masing fraksi. ‘Kebaikan hati’ pemkab ini kemudian menimbulkan bumbu tak sedap bahwa hal ini dimak-sudkan untuk mempermulus pembahasan Anggaran Penda-patan Belanja Daerah (APBD) Minsel 2007, yang sementara sementara berjalan bersama oleh eksekutif dan legislatif. 
Ketua Forum Peduli Pemba-ngunan Pendidikan (Formip) Minsel, Decky Mintje ketika menghubungi Komentar kema-rin, mengaku curiga dengan te-lah adanya pengadaan mobnas Dekab Minsel yang diperun-tukkan bagi kelima fraksi yang ada. Padahal sebelumnya, usu-lan pengadaan mobnas itu ha-nya akan diperuntukkan bagi pihak komisi. Tak heran bila Mintje kemudian menduga ada aksi bargaining untuk memu-luskan pembahasan APBD Minsel 2007 guna kepentingan semata pihak eksekutif dan le-gislatif Minsel. 
Dijelaskan Mintje, dalam hal pembahasan RAPBD 2007 Min-sel, sebenarnya eksekutif dan legislatif harus lebih menguta-makan alokasi dana untuk pela-yanan publik dan program pe-nanggulangan pengentasan ke-miskinan. “Selaku warga, torang heran ini pembahasan RAPBD 2007 Minsel. Selain dilakukan tertutup atau sembunyi-sem-bunyi, juga kebanyakan hanya menganggarkan kepentingan pihak eksekutif maupun legis-latif. Wajar saja kalo warga cu-riga dan mengecamnya, ini na-manya pemborosan uang negara atau rakyat,” tegas Mintje. 
Ditambahkan wakil ketua KNPI Minsel ini, dengan telah terbukti adanya pengadaan mobnas baru menjelang penetapan APBD 2007 Minsel oleh eksekutif ke legislatif Minsel, yang terindikasi kuat bagian bargaining mura-han, ujung-ujungnya masyara-kat yang dirugikan. “Sebenarnya dana tak berguna seperti itu harus dihapuskan. Bayangkan saja kalo dipakai for fasilitas publik, itu pasti besar manfaat-nya. So itu torang mo himbau ke eksekutif dan legislatif Minsel, kiranya memakai hati nurani dalam pembahasan, bukan memprioritaskan kepentingan pribadi, di atas kepentingan warga Minsel,” beber Mintje sinis. 
Menanggapi isu miring ini, Sekwan DPRD Minsel, Drs HJ Kaligis ketika dikonfirmasi, membantah semua tuduhan tersebut. Menurut Kaligis yang mantan Kabag Humas Minaha-sa ini, pembahasan RAPBD Min-sel 2007, tak menerapkan aksi bargaining. Soal Mobnas, me-nurutnya, telah tertata di dalam APBD 2006 lalu. “Sapa bilang torang dekab ada bargaining for dapatkan mobnas baru, itu semua tak benar. Fraksi dapat mobnas, untuk kepentingan se-luruh Dekab Minsel termasuk pihak komisi,” jelas Kaligis. 
Diketahui, ‘penunggang’ mob-nas baru masing-masing Drs Robby Sangkoy (FPG), Rommy Pondaag SH MH (ketua FPDI-P), Simon Ottay (ketua FPD), Harvei Tewal (ketua FDS), dan Markus Sengkey (ketua FPN). (pen) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin