|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan di Sulut Masih Tinggi
|
Kepala BPS Sulut, Drs Jasa Ba-ngun MSi menegaskan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Sulut masih sangat tinggi. Kondi-si ini sangat kontradiktif jika dilihat dari tingkat pertumbuhan ekono-mi yang pada triwulan ketiga me-ningkat hingga 5,60 persen.
Bahkan angka ini diperkirakan akan mencapai sekitar 6 persen pada akhir tahun 2006. Di mana angka ini lebih tinggi dari nasional yang diperkirakan sekitar 5.6 per-sen “Meski saat ini pertumbuhan ekonomi kita tumbuh secara po-sitif, namun angka pengangguran dan kemiskinan masih tinggi de-ngan prosentase 9.8 persen dan 14.4 persen,” ujarnya saat me-nyampaikan materi di sela-sela Forum Stakeholder Pereko-nomian Sulut, di Hotel Gran Puri, Jumat (15/12) kemarin.
Menyikapi hal tersebut, kata Jasa, perlu dilakukan revitalisasi pertanian serta meningkatkan sektor agroindustri maupun agri-bisnis, terutama untuk komoditi yang memiliki nilai tambah seperti kelapa dan padi. “Dengan demi-kian jika sektor pertanian ini ber-kembang, maka tenaga kerja akan terserap dan mengurangi pengangguran,” katanya.
Sementara itu, Direktur Ka-wasan Pengembangan Ekonomi Terpadu, Noldy Tuerah menga-takan, kendati potret pengang-guran dan kemiskinan masih menjadi persoalan yang krusial, tetapi pada 2010 mendatang masalah tersebut dapat ditekan hingga 2 persen. Antara lain dengan melakukan strategi yang dipacu pada beberapa bidang, yakni pembangunan wilayah perbatasan, revitalisasi pertanian dan perikanan dan sinergitas dan aliansi antar daerah.(eda)
|
|