|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tersinggung, Adik Ipar Dianiaya Usai Pesta Miras
|
Gara-gara mabuk, saudara bahkan kerabat dekat bisa jadi korban. Seperti yang terjadi di Tingkulu, Kecamatan Wanea. Akibat masih dipengaruhi mi-numan keras, dua warga Ting-kulu YN aliasYanto dan JP alias Joly, tega menganiaya adik iparnya Hans Pinantik (56), warga setempat hingga babak belur. Penganiayaan itu dilaku-kan lantaran para tersangka tersinggung dengan ucapan korban.
Kedua tersangka, Jumat (15/12) akhirnya dilaporkan korban ke Poltabes Manado untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Kejadian berawal sekitar pukul 06.40 WITA. Ketika itu korban bersa-ma istrinya bangun pagi dan melihat botol-botol jenis minu-man keras telah pecah dan berserakan di halaman rumah-nya. Karena dianggap memba-hayakan bila terinjak, korban lalu mengangkat pecahan botol tersebut sambil berceloteh,” siapa yang melakukan ini, ti-dak berpendidikan.”
Tersangka Yanto yang diduga malam itu sempat pesta miras di depan rumah korban seca-ra kebetulan melintas dan men-dengar celoteh itu. Tersing-gung, tersangka langsung me-mukul wajah korban berulang kali. Warga sekitar yang meli-hat aksi tersebut sempat me-lerai tersangka.
Namun sesaat kemudian da-tang Joli yang lalu ikut mem-bantu memukul korban ber-ulang kali hingga terjadi pe-ngeroyokan. Melihat korban tak berdaya lagi kedua ter-sangka lalu pergi meninggalkan korban sendirian . Singkatnya korban akhirnya dilarikan ke RS Teling untuk dijalani pera-watan dan selanjutnya melapor kejadian tersebut ke Poltabes Manado. KaSPK Plug ‘C’ Ipda R Pontoh yang menerima lapo-ran langsung menjemput ke-dua tersangka untuk segera di-proses sesuai hukum yang berlaku. Kapoltabes Manado Kombes Polisi Drs Jhon Latu-meten SH ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Roy Sihombing SIK membenarkan adanya laporan itu.(wel)
|
|