|
|
|
|
![]() |
![]() |
Pendakian ke Gunung Soputan Ditutup
Larangan pendakian ke Gu-nung Soputan dikeluarkan Pe-merintah Kecamatan Tompaso, menyusul adanya reaksi berupa semburan debu dan asap dari kawah Gunung Soputan dalam dua hari terakhir ini.
Camat Tompaso, Drs Moudy Pangerapan, kepada sejumlah wartawan menandaskan bahwa ditutupnya pendakian ke Gunung Soputan lebih disebabkan karena faktor keselamatan manusia. Se-bab gejala alam Gunung Soputan tidak bisa diprediksi. Ini yang dianggap bisa membahayakan nyawa para pendaki.
Untuk itu dia mengimbau agar para pendaki tidak mela-kukan pendakian, sampai ada pemberitahuan selanjutnya dari pemerintah. “Untuk saat ini pendakian ke Soputan ma-sih dilarang,” tandas Pange-rapan didampingi Kumtua De-sa Toure, Joutje Wowor, Ju-mat (15/12) kemarin di Desa Toure, Kecamatan Tompaso.
Secara terpisah, Ketua Tim SAR Minahasa, Jeffry Mambu, mengatakan kalau pihaknya akan mendirikan posko siaga. Hanya saja, lokasinya masih akan dipilih antara Desa Tumaratas, Keca-matan Langowan Barat dan Desa Toure, Kecamatan Tompaso.
“Pokoknya kita akan mendiri-kan posko,” tutur Mambu yang sejak Soputan bereaksi, lang-sung membawa tim melakukan pemantauan di kawasan Tuma-ratas dan Toure.(dav)
Sistem Drainase di Tondano Perlu Dibenahi
Ini harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pem-kab) Minahasa. Betapa tidak, drainase di Tondano ternyata tidak berfungsi dengan baik. Buktinya, luapan air akibat hujan deras yang terjadi Ju-mat (15/12) kemarin, terlihat tidak lagi melalui drainase. Padahal hujan deras saat itu hanya berlangsung sekitar satu jam saja.
Dari pantauan, beberapa titik seperti ruas jalan depan Mapolres Minahasa dan ruas jalan Kelurahan Luaan, sem-pat digenangi air. Yang lebih memiriskan, sampah dari drainase yang berada di ka-wasan sekitar Kantor Bupati Minahasa, langsung berce-ceran pada bagian badan jalan setelah hujan selesai.
Menurut sejumlah warga, pemkab harus segera meng-anggarkan sejumlah dana un-tuk memperbaiki sistem drai-nase di Tondano. Kalau tidak, infrastruktur jalan terancam cepat rusak bila terus dialiri air akibat hujan deras.
“Tambah le tu saluran so nyanda pernah kase bersih. Jadi pemerintah pe tugas be-king ulang itu saluran air di pinggir jalan,” tandas Winsy Rumate, seorang warga Ton-dano.(dav)
Sosialisasi Sitahu di SMK 2 Tondano
Kajari: Siswa Jangan Terjebak
Pembekalan hukum kepada kalangan generasi muda, khu-susnya para siswa harus dila-kukan sejak dini. Sebab jika tidak ada wawasan tentang hukum, siswa bisa terjebak dalam prilaku menyimpang seperti tindak kriminal.
Demikian disampaikan Ke-pala Kejaksaan Negeri Kajari Tondano, Pauline Rungkat SH, dalam kegiatan Sosialisasi Siswa Taat Hukum (Sitahu), di SMK 2 Tondano, Jumat (15/2) kemarin. “Sadar hukum harus dimulai dari diri sendiri. Tapi tentu kita juga harus di-bekali dengan wawasan ten-tang hukum agar tidak terje-bak dalam suatu pelanggaran hukum,” tandas Rungkat saat membuka kegiatan.
Sosialisasi yang diikuti se-kitar 150-an siswa SMK itu sendiri berlangsung atraktif. Apalagi sejumlah siswa ter-lihat sangat antusias menga-jukan pertanyaan, bahkan kri-tik terhadap para pembicara seperti Banjar Nahor SH (Ke-jaksaan), Aiptu Victor Keppel (Kepolisian) RG Koeswandito (Dinas Kesehatan), Zeth Kau-nang SH (Kabag Hukum Set-dakab Minahasa) dan Sonny Saina SH tersebut.
Menariknya, ada sejumlah siswa yang penasaran dengan penyelesaian hukum skandal video porno seorang anggota DPR RI berinisial YZ. Bukan itu saja, kasus dugaan cabul oknum pemain Persmin pun jadi bahan pertanyaan para siswa. Menjawab ini, para pembicara khususnya dari ke-jaksaan dan kepolisian, me-nyatakan bahwa ada prosedur hukum yang harus ditempuh untuk penyelesaiannya. Jika terbukti melanggar hukum, pasti ada sanksi hukum yang harus mereka jalani.(dav)
|
|