|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Batas Wilayah Langowan-Ratahan tak Pernah Dimusyawarakan
|
Ketua Panitia Persiapan Pembentukan Kota Langowan (P3KL) Jeffry Th Pay mengungkapkan, persoalan batas wilayah antara Langowan dengan Ratahan, khususnya Desa Noongan dengan Desa Pangu, tidak pernah dimusyawarahkan. “Soal batas wilayah ini penting untuk dimusyawarahkan, karena ini menyangkut wilayah otonom. Karena bukan tidak mungkin ini akan menjadi persoalan sampai ke anak-cucu,” ujarnya.
Menurut Jeffry, membicarakan masalah perbatasan tidak ada hubungannya dengan sakit hati. Karena warga Langowan juga ikut mensuport Mitra sebagai kabupaten baru. “Dan ingat, dari dulu sampai saat ini warga Mitra, mulai dari Ratatotok, Belang, Ratahan dan Tombatu, banyak yang berbisnis di Langowan, terutama untuk memasarkan hasil-hasil alamnya. Karena itu birokrat di Minsel jangan arogan,” tegasnya.
Ditambahkannya, perbatasan Kabupaten Mitra dengan Langowan, bukan cuma soal batas di Gunung Potong, tapi juga wilayah yang ada di Gunung Manimporok sampai di kompleks Gunung Soputan.
Sementara itu, Cornelius Waworuntu, salah satu warga Noongan menyebutkan, sampai saat ini tanah-tanah pasini di wilayah Gunung Potong sejak dulu sampai saat ini adalah milik warga Noongan. “Dan suatu kekeliruan, kalau pajak tanahnya harus bayar di Pangu. Karena itu kami mendukung dilaksanakannya musyawarah antara masyarakat Pangu dan Noongan untuk mempertegas batas wilayah,” ujar Sekretaris PDIP Kecamatan Langowan Barat ini.(*/ftj)
|
|