|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Diduga dapat Intervensi Kadis PDK Minsel
Pemkab Diminta Batalkan Hasil Pilhut Sulu ….
|
Proses Pilhut (Pemilihan Hukum Tua) yang digelar di sejumlah desa di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), ternyata terus bermasalah dan menuai kecaman. Setelah protes warga atas Pilhut di Desa Mangkid yang mengarah ke arah anarkis, kini aksi protes serupa, dilakukan warga yang ada di Desa Sulu Kecamatan Tatapaan.
Tokoh masyarakat desa Sulu, Nico Lengkong yang turut didampingi Hendrik Jansen ketika menemui Komentar kemarin, mengungkapkan kekecewaan mereka sekaligus menyatakan penolakan hasil Pilhut yang menghasilkan Alexander Lamia menjadi kumtua desa Sulu. Alasan yang dikemukakan Lengkong dan Jansen, pilhut Desa Sulu terindikasi banyaknya penyimpangan yang dilakukan pihak panitia. Selain itu, diduga adanya intervensi dari oknum Kadis Diknas Minsel yang tak lain merupakan adik kandung kumtua terpilih.
Karena itu, lanjut Lengkong dan Jansen, selaku warga yang merasa dirugikan, meminta Pemkab Minsel untuk membatalkan dan menganulir pelantikan serta keabsahan kumtua terpilih yang dirasa cukup kontroversial. Keduanya juga menjelaskan, diduga kuat kuntua terpilih melakukan aksi menakut-nakuti dan mengancam warga untuk memilih dirinya.
Diungkapkan, karena kuntua terpilih adalah seorang kepala sekolah (Kepsek), ia kemudian diduga mengancam para siswa tidak akan dinaikkan kelas serta tak akan mendapatkan bantuan beasiswa, apabila orang tua siswa tak memilih sang Kepsek. “Karna kumtua terpilih kepsek, maka dorang kase tako itu siswa nyanda mo naik kelas dan dapat beasiswa, kalo orang tua mereka tak memilih sang kepsek. Ini namanya pemaksaan karna juga ada campur tangan sang Kadis Diknas Minsel,” ungkap Lengkong berang. Oleh karena itu, selaku warga mereka meminta keadilan dari pemkab dengan membatalkan dan menganulir pelantikan kumtua terpilih.
Menanggapi isu miring ini, Kadis Diknas Minsel, Drs John Lamia ketika dikonfirmasi membantah keras tudingan tersebut. “Sapa bilang karna kita adiknya kuntua terpilih, lalu kita gelar money politik dan semacamnya. Itu nyanda benar, dorang yang justru melakukan aksi tak terpuji itu,” sembur Lamia berang. Seperti diketahui, dalam Pilhut desa Sulu bulan November lalu. Hanya ada dua calon yang dijagokan warga setempat, selain kumtua terpilih Alexander Lamia, juga ada calon Max Leleng yang akhirnya kalah dengan selisih mencapai hanya 40-an suara.(pen)
|
|