|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Bila penjabat mau jadi kandidat
“Jangankan SHS, SBY pun tak Bisa Larang”
|
Salah satu alasan mengapa penjabat bupati dan walikota di empat daerah yang baru di-mekarkan, akan disilang oleh pemprop, karena adanya ke-khawatiran bila ditempatkan di daerah asal maka mereka akan mencalonkan diri pada pilkada nanti. Terkait dengan itu, Denny Mokodompit SE pun berkomentar bahwa hal itu ada-lah hak demokrasi setiap warga negara dan tidak bisa dilarang oleh siapapun.
“Biar dia penjabat bupati di Sitaro, tapi jika yang bersang-kutan ingin jadi kandidat di Mitra, itu haknya. Jangankan Gubernur SHS, Presiden SBY pun tidak bisa melarang karena itu adalah hak setiap warga negara. Toh, di pilkada, rakyat yang menentukan,” celetuk Mo-kodompit.
Mantan Ketua DPC PBR Bol-mong sekaligus salah satu pem-besut Gerakan Percepatan Pe-mekaran (Getamekar) Bolmong ini, untuk ketiga kalinya me-nyampaikan rilis ke media yang ditujukan buat Gubernur Sulut. Intinya, Mokodompit mewar-ning gubernur dan petinggi pemprop agar jangan nyerempet bahaya dengan eksperimen ‘penjabat silang’, khususnya untuk penjabat yang akan ditempatkan di KK dan Bolmut. Bukankah penjabat walikota dan bupati yang diusung dari putra daerah, nilainya, meru-pakan bagian dari ‘Jiwa Oto-nomi Daerah’. Jadi jika ada yang kait-kaitkan dengan pri-mordial, cabut jo tu UU Otonomi daerah, katanya.
“Ini untuk ketiga kalinya saya minta kepada SHS yang sangat kami muliakan, hargailah pu-tra-putri Bolmong. Beri mereka kesempatan mengabdi di kam-pung sendiri. Kalau di tempat lain, terserah SHS tentukan siapa penjabatnya. Tapi di Bol-mong jangan jadikan kelinci percobaan. Kalaupun mau si-lang tenaga profesional, posisi sekda jo,” ucapnya lagi sembari menawarkan solusi.
Lebih lanjut, Mokodompit me-ngatakan putra Bolmong yang mendukung penjabat di KK dan Bolmut berasal dari luar daerah, semata karena ketidaktahuan mereka soal sejarah dan perjua-ngan KK dan Bolmut. “Saya tidak menyebut mereka Lengke-bong atau memanggil dengan sapaan ‘Pengacau Kesiangan’. Biar rakyat saja yang menilai-nya,” sindir Mokodompit lagi.
“Terakhir saya berpesan ke-pada para birokrat asal Bol-mong yang berkiprah di pem-prop, bahwa Sulut ini torang samua punya. Jadi ente-ente juga punya hak duduki jabatan di pemprop, tapi jangan jual harga diri Bolmong karena ngoni pe kepentingan,” pungkas Mokodompit.(tus)
|
|