|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Keracunan Mengancam warga
Dua Bulan Sekali 50 Tong Sianida Masuk Bolmong
|
Bahan berbahaya jenis Sia-nida yang biasa dipakai men-dulang emas di Kotamobagu, Kabupaten Bolmong kini per-edarannya terkesan semakin menggila. Hal tersebut bila di-biarkan dapat mengancam warga dan lingkungan hidup yang ada.
Hal tersebut terungkap saat Tim Lestari bersama KOMENTAR mewawancarai Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingku-ngan Hidup Kabupaten Bol-mong, Hardi Mokodompit, sabtu (16/12) siang di ruang kerjanya.
Menurutnya bahan Sianida yang dipasok pihak distributor sudah tak bisa dikontrol lagi, hal tersebut terlihat dari ba-nyaknya permintaan dari penambang emas yang diduga legalitasnya diragukannya. Namun walau demikian pihak-nya hingga kini belum dapat memantau langsung soal per-edaran tersebut. “Untuk me-ngatasinya, bagi para penam-bang yang tidak memiliki izin serta menjual bahan tersebut bila didapati kami akan tindak langsung bahkan akan mela-por ke pihak Kepolisian agar memproses mereka sesuai hu-kum yang berlaku,” katanya.
Sementara itu ditempat ber-beda Kapala Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bol-mong, Dra Mokoginta Rachmi ketika ditemui melalui Kasub-din Perdagangan, Ir EE D Ta-nor tak membantah soal per-edaran bahan berbahaya ter-sebut. Menurutnya laporan penjualan dan pengedaran ba-han Sianida hingga kini tak pernah dilaporkan secara ter-tulis ke pihaknya.
“Oleh sebab itu kami akan melakukan kajian soal dam-pak dari peredaran tersebut tentunya dengan cara me-minta berapa jumlah per-edaran yang dilakukan pihak pengusaha bahan Sianida di Kabupaten Bolmong,” ka-tanya.
Selanjutnya Tim Kesehatan sekaligus pemerhati lingku-ngan hidup yang menangani masalah dampak bagi pereda-ran Sianida dr Hendry Palen-deng ketika mengunjungi Bol-mong bersama rombongan Jurnalis dan Yayasan Lestari merasa prihatin soal marak-nya Sianida di Kabupaten Bolmong.
Menurutnya bahan berba-haya tersebut kini telah me-ngancam warga sekitar, bila ini berlanjut tentunya akan menjadi petaka bagi warga sekitar daerah penambangan emas, seperti terjadinya kera-cunan yang dapat mengakibat-kan kematian mendadak.
Pasalnya bahan Sianida pu-nya perbedaan dengan Merku-ri, di mana bahan merkuri bila dikonsumsi warga melalui ma-kanan baru ketahuan bebe-rapa bulan bahkan tahun la-manya, sedangkan Sianida bila tercemar dapat membuat kematian mendadak.(wel)
|
|