|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dishub Diminta Perjelas Kontribusi Pelindo |
Anggota DPRD Kota Bitung Jhon Dumais meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bitung lebih transparan dalam mengenjot sumber-sumber PAD. Pasalnya ada beberapa item yang dinilainya tak jelas kotribusinya hingga kini. Salah satunya pemasukan dari PT Pe-lindo yang ditengarai banyak menguap ketimbang masuk kas daerah.
Dikatakannya, sesuai surat edaran PT Pelindo Nomor 16/UM.002/1/BT-2002 menin-daklanjuti keputusan walikota Nomor 102 Tahun 2002 soal sumbangan pihak ketiga di Pe-labuhan Bitung, pihak Pelindo sepakat memberikan sumba-ngan ke PAD Bitung dengan perhitungan pos masuk per-orangan Rp 100 per hari, pos tahunan Rp 2000, pos mobil masuk Rp 500, pos masuk se-peda motor Rp 100. Tahunan untuk kendaraan sedan, jeep, pick up Rp 24.000, kendaraan truk Rp 36.000 dan untuk kendaraan trailer Rp 48.000.
“Padahal kesepakatan ini sudah jalan empat tahun le-bih, namun sumbangan pihak ketiga ini entah di mana rimba-nya. Ini harus diperjelas sebab selama yang saya ketahui kese-pakatan itu tak jalan seratus persen sampai saat ini,” tegas Dumais. Ia menduga kontri-busi dari pihak ketiga selama ini berjalan lancar, namun ins-tansi teknis tidak transparan soal proses pertanggungjawa-ban masuknya dana PAD itu selama ini. “Artinya, kontribusi lancar namun laporan keuang-annya banyak minusnya,” lan-jut salah satu pentolan PD Kota Bitung ini.
Ditambahkannya, ada item lain yang diduga selama ini jadi ‘sumber ATM’ pihak-pihak terkait namun tak masuk da-lam objek pemasukan PAD. Semisal, retribusi biaya tam-bat kapal. “Setorannya saya duga selama ini tak jelas kare-na sesuai info yang diterima jadi sumber pemasukan ilegal di kantong-kantong pribadi oknum-oknum berkompeten,” bebernya seraya meminta Dis-hub Kota Bitung untuk segera mengklarifikasi temuan di atas.
Upaya mengkonfirmasi Ka-dishub Kota Bitung Drs J Tam-bunan coba dilakukan, sa-yang telepon selularnya saat dihubungi kemarin (17/12) tidak dalam keadaan aktif.(eky)
|
|