|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pusling Lemlit Unima:
Pendidikan Lingkungan Hidup di Sekolah Penting
|
Maraknya permasalahan lingkungan hidup terlebih la-gi yang berkaitan dengan ke-hidupan manusia dan alam sekitar, memerlukan perha-tian serius dari berbagai ka-langan. Karena itulah kala-ngan Pusat Studi Lingku-ngan (Pusling) Lembaga Pe-nelitian (Lemlit) Unima me-mandang penting pendidi-kan lingkungan hidup dima-sukkan dalam kurikulum mulai dari tingkat TK sampai perguruan tinggi.
Seperti yang dikatakan Dosen Unima yang juga pe-merhati masalah lingkungan DR Treesje Londa Msi, pada Komentar Minggu (17/12), kurikulum tersebut lebih dari hanya sekadar terinteg-rasi dalam suatu mata pela-jaran yaitu menjadi mata pe-lajaran atau mata kuliah khusus di bidang lingkungan hidup, misalnya Pengeta-huan Lingkungan atau Pen-didikan Lingkungan, Biologi Lingkungan, Fisika Lingku-ngan, Kimia Lingkungan, Geo-grafi Lingkungan dan lainnya.
Menurut dia, pendidikan lingkungan bermanfaat untuk menanamkan pema-haman dan nilai-nilai kesa-daran, serta pembentukan sikap dan perilaku yang berwawasan lingkungan. “Sehingga menciptakan suatu generasi yang concern terhadap permasalahan ling-kungan hidup,” tambahnya.
Untuk itulah jelas Londa, Puling Lemlit Unima bekerja sama dengan Hanns Seidel Foundation mengadakan Se-minar Lokakarya Nasional Pendidikan Lingkungan untuk guru-guru SD di Kabupaten Minahasa Utara, Kota Manado dan Tomohon. Kegiatan terse-but akan dilaksanakan tang-gal 18 dan 19 Desember 2006.
DR Treesje Londa MSi yang juga dipercayakan sebagai Ke-tua panitia mengatakan, tu-juan Semiloka ini untuk mem-perkenalkan atau membekali materi Pendidikan Lingku-ngan sebagai mata pelajaran muatan lokal kepada guru-guru SD sekaligus memberi-kan motivasi untuk memiliki kepedulian yang tinggi terha-dap lingkungan hidup.
Sebagai fasilitator dalam se-minar ter-sebut di antaranya Prof DR Agnes Djarkasi MPd, DR Heigemer (Ketua Yayasan Hanns Seidel), DR Treesje Londa MSi, dan Dra Sulistiowati.
“Diharapkan Semiloka ini memberi arti dalam pengem-bangan pendidikan lingku-ngan di Sulawesi Utara untuk menciptakan sumberdaya manusia yang peduli terhadap lingkungan hidup,” tam-bahnya.(lex)
|
|