|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Giliran akademisi kritisi asas PKD
Alkitab Bantu ke Surga, Bukan Dipakai Berpolitik
|
Kehadiran Partai Kristen De-mokrat (PKD) yang membawa nama Alkitab sebagai asas partai terus mendapat tangga-pan miring dari berbagai kala-ngan. Akademisi dari Uni-versitas Sariputra Indonesia Tomohon (Unsrit), Ir Maxi Lo-long MT mengatakan, setiap orang maupun partai memiliki kebebasan untuk menetapkan asas partai yang dipimpinnya. Hanya saja akan menimbul-kan persoalan jika asas yang digunakan diambil dari iden-titas sebuah agama.
“Bangsa kita adalah bangsa yang pluralis, di mana selu-ruh agama diakui kebera-daannya termasuk identitas yang dimilikinya. Karena itu jika identitas tersebut dija-dikan sebagai salah satu asas, maka partai tersebut tidak lagi berjiwa pluralis dan na-sionalis,” ungkap Dekan Fa-kultasi Teknik Unsrit ini.
Ia menjelaskan, dilihat dari aspek kebebasan bersekutu dan berpendapat, politisi Su-lut Michael Lumanauw yang memprakarsai PKD berhak untuk berpolitik maupun me-netapkan asas dari parpol yang dipimpinnya. Hanya saja persoalannya, asas yang di-gunakan adalah identitas dari salah satu agama, yakni aga-ma Kristen.
“Ini jelas-jelas tidak berjiwa pluralis dan bahkan nasio-nalis. Karena yang bersang-kutan telah memasukkan Alkitab di dalam dunia politik. Dasar Alkitab adalah kudus yang berisikan nilai-nilai moral dan spiritual bagi umat beragama Kristen,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika Alkitab dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam ber-politik atau pun sebagai sum-ber perjuangan untuk mem-pertegas eksistensi orang Kristen di bumi Indonesia adalah hal yang wajar. Tapi dalam konteks politik sulit diterima karena asas kita adalah asas Pancasila yang perjuangannya menuju pada kebahagiaan bersama.
“Dengan berasaskan Alkitab maka dengan sendirinya iden-titas agama Kristen ini dipa-kai untuk mencari kekua-saan. Ini tidak boleh dicam-puradukkan. Karena Alkitab ada untuk membantu kita menuju Surga dan bukan membantu kita untuk ber-politik,” tegasnya.
Karenanya, Lolong berharap agar Lumanauw dapat mem-perjelas maksud dari menja-dikan Alkitab sebagai asas parpolnya. Hal ini dimak-sudkan untuk menghindari dari penafsiran yang keliru. Selain itu penggunaan Alkitab sebagai asas parpol dapat membangkitkan parpol lain untuk menggunakan asas ki-tab sucinya dan itu akan mem-bahayakan ideologi negara. “Ini masalah yang sensitif. Jadi Lumanauw harus men-jelaskan maksud parpolnya ini,” tandasnya.(imo)
|
|