HOME : FOOTBALL

Berita Hukum dan Kriminal 

18 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Misteriusnya Kematian Manus


SETAHUN sudah usia kasus kematian Wakadis Perikanan dan Kelautan Sulut, Dr Ir Oddy Manus. Hanya saja, meski dibawa komando Polda Sulut, hingga kini misteri kematian Manus yang ditemukan tak bernyawa 23 Desember 2005 silam di perkebunan wilayah Rurukan-Tomohon, oleh Yance Wuisan, warga Talete, Kecamatan Tomohon Utara, belum juga terungkap.

Padahal, barang bukti (BB) berupa pakaian dan samurai yang kabarnya merupakan kun-ci terungkapnya kasus ini, su-dah sekitar dua bulan lalu dikirim untuk di periksa DNA-nya ke Labfor (laboratorium forensik) Mabes Polri, namun belum juga ada hasilnya.
Tak hanya itu, upaya kepo-lisian juga tampak dari turun ta-ngannya Mabes Polri yang mengutus Wakadirreskrim Irjen Pol Drs Gories Mere ke Manado untuk memimpin gelar perkara Manus ini. 
Entah ada apa dibalik kasus ini. Sementara dari spekulasi yang beredar, konon dalang di balik kasus pembunuhan tersebut melibatkan petinggi Sulut, terkait bisnis harta karun yang sempat digeluti almarhum.
Informasi lain, yang dirangkum dari beberapa sumber, sulit ter-ungkapnya kasus ini sebab sudah berbau mistik. Apalagi, saksi-saksi dalam kasus ini boleh dikata ‘KJ’ alias kurang jelas. Polisi hanya mendapatkan barang buktinya saja yakni pa-kaian dan samurai yang ada tem-pelan darah, tapi tak diketahui secara pasti pemilik darah tersebut.
Kapolda Sulut, Brigjen Pol Drs Yakhobus Jacki Uly saja sudah mengaku bahwa penanganan kasus Manus ini benar-benar rumit. Hanya saja, penilaian dari Mabes Polri sebagaimana dikata-kan mantan Dirreskrim Polda Sulut, Kombes Pol Drs Jhonny Hutauruk, Polda Sulut belum pro-fesional dalam menangani kasus Manus.
Sementara itu, Dirreskrim Polda Sulut, Kombes Pol Drs Iskandar Ibrahim MM, mengungkap, salah satu kendala kasus ini adalah besarnya biaya pemeriksaan terhadap BB yang dikirim ke Labfor (laboratorium forensik) Mabes Polri. 
“Pemeriksaan satu item saja memerlukan biaya sebesar Rp 2,5 juta. Kan ada beberapa BB yang kami kirim untuk dilakukan pengujian DNA sesuai petunjuk JPU (Jaksa Penuntut Umum), ke Mabes Polri. Soal berapa besar jumlah biaya yang diperlukan untuk pemeriksaan tak diketahui secara pasti. Pokoknya biayanya cukup besar,” tukas mantan penyidik utama di Divisi Propam Mabes Polri ini.
Meski begitu, kepada warta-wan, Sabtu (16/12), Kapolda Sulut, Brigjen Pol Drs Yakhobus Jacki Uly mengaku terus meng-upayakan kasus ini bisa terung-kap. “Kita terus berupaya secara profesional untuk mengungkap kasus ini,” tukas pria yang baru-baru ini mengikuti pendidikan anti teror di Inggris.
Diutarakan Uly, tempelan darah di BB yakni samurai yang dikirim untuk di periksa DNA di Labfor Mabes Polri, belumlah hilang. “Untung masih ada sisa-sisa darah yang menempel pada samurai. Dan saat ini kami ma-sih menunggu hasil tes terse-but,” aku suami tercinta Ny Ratna Jacki Uly ini.
Pertengahan September 2006 lalu barang bukti berupa pakai-an dan samurai dikirim Polda Sulut ke Labfor Mabes Polri. Hasil pemeriksaan DNA atas barang bukti ini, dikabarkan merupakan petunjuk utama untuk mengung-kap misteri dalam kasus pembu-nuhan Manus. So, sampai kapan misteri kematian Manus ini akan terungkap, tentu masyarakat sangat berharap pada profesio-nalisme kepolisian.(recky)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin