|
|
|
|
![]() |
e![]() |
|
2007, Perbankan Diminta Seriusi Masalah NPL
|
Pemimpin Bank Indonesia (BI), Jeffrey Kairupan me-ngatakan kinerja perbankan di Sulut selang tahun 2006 ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, baik menyangkut asset, kredit maupun DPK (Dana Pihak Ketiga) yang mengalami kenaikan cukup signifikan.
Kalau total asset sebelum-nya hanya sebesar Rp 598 miliar, kini naik sebesar 7,88 persen menjadi 8,18 triliun, kredit yang sebelumnya ha-nya sebesar Rp 720 miliar kini naik 17,45 persen menjadi 4,84 triliun. Demikian juga dengan DPK yang sebelumnya hanya sebesar 180 miliar meningkat sebesar 3,45 persen menjadi 5,42 triliun.
“Namun yang menjadi per-tanyaan adalah mengapa jus-tru di tengah kinerja yang cu-kup baik ternyata mengalami masalah pada Non Perfor-mance Loan (NPL) atau risiko kredit yang juga naik sebesar 6,51 persen dari sebelumnya yang hanya sebesar 5,07 per-sen. Angka ini sudah berada di atas angka yang ditoleransi BI,” tukas Kairupan, dalam Forum Stakeholder yang digagas Biro Ekonomi Sulut, Jumat (15/12).
Kondisi ini, kata Kairupan sangat kontradiktif dengan masyarakat Sulut yang sangat religius. “Hal ini tepat kalau dikatakan rajin pinjam tetapi bersabar dalam mem-bayar. Untuk itu, dengan ma-syarakat yang religius saya berharap masalah NPL khu-susnya pada 2007 menda-tang, dapat diatasi hingga di bawah 5 persen. Dan kepada perbankan persoalan ini ki-ranya dapat menjadi perha-tian,” katanya.
Di sisi lain, meski kondisi NPL sangat tinggi, Kairupan menga-takan agar ke depan perban-kan dapat memberikan priori-tas pada penyaluran kredit terutama kepada dunia usaha mikro yang membutuhkan sumber pembiayaan.(eda)
|
|