HOME : FOOTBALL

Berita Politik dan Pemerintahan 

18 December 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Soal UMP, DPD Dinilai Lecehkan Pekerja

 

IKUTI BERITA LAIN

Grand strategy pemprop hingga 2025
Manado, Bitung dan Minut Bakal Jadi ‘Metro Manado’
Sulut Bakal Miliki Jalan Tol Manado Tomohon Amurang
Ganti rugi tanah Dumoga disinyalir bermasalah
Diplot Rp 20 Juta, Warga Hanya Terima Rp 13,65 Juta
Good Governance Masih Sebatas Slogan
Dinilai tidak kontributif dan langgar keputusan partai
Sembilan PAC Minta Sahrul Poli Di-PAWr
Pekan Ini, RAPBD Dikonsultasikan ke Pusat
‘Angpao’ di Awal Tahun

 
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sulut, Nip Walintukan kembali angkat bicara soal penetapan Upah Minimum Propinsi (UMP) yang dilakukan Dewan Pengupahan Daerah (DPD) Sulut. Menurutnya, keputusan DPD Sulut yang menetapkan UMP tahun 2007 sebesar Rp 735.000 merupakan satu bentuk pelecehan terhadap kalangan pekerja dan buruh.

“Meski utusan pekerja tidak turut menandatangani tapi DPD tetap mensahkan UMP. Ini artinya DPD melecehkan kalangan pekerja dan buruh,” tandasnya kemarin.
Ia mengungkapkan, seharus-nya sebuah keputusan yang akan ditetapkan melibatkan seluruh komponen di dalam-nya. Karena jika tidak maka penetapan tak bisa dilakukan karena tidak korum.
“Di dalam DPD kan ada tiga perwakilan, yakni perwakilan pemerintah, perwakilan pe-ngusaha serta perwakilan pe-kerja dan buruh. Jika cuma dua kelompok perwakilan yang menyetujui, berarti keputusan belum bisa ditetapkan,” jelasnya.
Karena itu, Walintukan me-minta kepada gubernur untuk mengkaji kembali standar UMP yang telah ditetapkan secara sepihak oleh DPD. Jika tidak, maka sesuai kesepaka-tan para pekerja SPSI akan melakukan aksi demo besar-besaran. 
“Kami minta kebijakan dari gubernur untuk membatalkan penetapan UMP tersebut atau sekurang-kurangnya mengkaji kembali. Sebab selain diputus-kan tanpa melibatkan pekerja, standar UMP yang ditetapkan tidak layak,” ujarnya.
Senada dikemukakan Koordi-nator Wilayah Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Sulut, Jack Andalangi. “Ini keputusan yang sepihak dan tidak pantas untuk diajukan ke gubernur. Kami minta kepada gubernur untuk mengkaji kembali pe-netapan UMP yang dilakukan DPD. Dan kami kira gubernur sangat respek dengan pende-ritaan dan pergumulan para buruh,” tukasnya.(imo)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin