HOME : FOOTBALL

Berita Opini Pembaca dan Redaksi 

18 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Parpol Azas Alkitab


KEHADIRAN partai politik (parpol) bernama Partai Kristen Demokrat (PKD), memunculkan kontroversi baru. Partai ini secara jelas-jelas menggunakan Alkitab sebagai asasnya. Hal ini ditegaskan langsung Ketua Umumnya, Michael Lumanauw. Menurutnya, PKD tidak ingin setengah-setengah menunjukkan identitasnya. 
Menariknya, Lumanauw yakin PKD bisa lolos verifikasi dan optimis bisa mendulang suara di Pemilu 2009 mendatang. Terlepas dari optimisme pengurus partai ini, tapi azas Alkitab yang diusung PKD merupakan sebuah fenomena baru yang langsung mengusung pendapat pro kontra.
Sejumlah kalangan menilai, dengan menjadikan kitab suci sebagai azas, ini menandakan adanya politisasi terhadap Alkitab. Ir Marhanny Pua, anggota DPD RI asal Sulut mengatakan, jika untuk perjuangan bisa saja landasannya adalah alkitabiah, tapi sebaiknya dalam azas partai harus pancasila. 
Rohaniwan Katolik Pastor DR Joannis Mangkey MSC yang juga Rektor Universitas De La Salle Manado juga mengatakan, sangat tidak dibenarkan jika sebuah partai politik menggunakan Alkitab sebagai azas partainya. Dijelaskan Mangkey, Alkitab di pandang umat Kristen sebagai pedoman dan panutan hidup yang berisikan nilai-nilai spiritual dan moral untuk kehidupan bersama. Karena itu akan sangat sulit jika dijadikan alat politik, karena di satu sisi, agama tidak bisa dipolitisir, tapi juga di sisi lain politik lebih cenderung untuk mempersatukan kepentingan-kepentingan sendiri atau kelompok tertentu.
“Kita jangan lagi dikotak-kotakan, entah itu menurut identitas agama ataupun menurut identitas suku. Jika identitas agama dijadikan sebagai sebuah asas parpol, maka sulit membangun sebuah kebersamaan,” ujarnya.
Di sisi lain, ada juga kalangan yang mendukung upaya PKD me-ngusung azas Alkitab. Sekretaris Remaja GPdI Sulut, Pdt Haezar Sumual MA mengatakan, munculnya PDK sebagai partai baru yang berazaskan Alkitab, tidak perlu ditanggapi secara apriori. “Partai Kristen yang ada selama ini, pada awalnya menyatakan menuju pada nilai-nilai alkitab. Tetapi pada kenyataannya di lapangan, semua janji dan komitmen yang diucapkan tidak sejalan, jauh me-lenceng dan mengalami pergeseran. Malahan, tidak sedikit kader-kader yang direkrut sangat jauh dari yang diharapkan,’’ katanya.
Memang harus diakui, partai bernuansa kristen maupun bukan kerap mengecewakan konstituennya. Padahal semua asas parpol adalah baik adanya. Namun itu semua dirusaki oleh orang-orang parpol itu sendiri ketika mereka sudah meraih kekuasaan. Oleh sebab itu, yang perlu diperbaiki dari parpol itu sendiri adalah orang-orang yang duduk di dalamnya. Sebab sebaik apa pun platform partai, kalau pelaksanannya jelek, tetaplah jelek!! (***)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin