|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Polri waspadai Noordin M Top beraksi
Banser Pusat: Amankan Gereja Sulut
|
Perayaan Natal di Sulawesi Utara menjadi perhatian khusus Banser (Barisan Serbaguna). Buktinya, Dan-satkornas (Komandan Satuan Koordinasi Nasional) Banser, Tatang Hidayat telah mengeluarkan instruksi agar personelnya yang ada di Bumi Nyiur Melambai, membantu aparat mengamankan setiap gereja di Sulut pada Natal 2006 dan Tahun Baru 2007.
“Kita instruksikan, personel Banser yang ada di Sulut membantu aparat keamanan untuk memberi perlindungan kepada masyarakat yang akan beribadah pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2006 nanti,” tegasnya kepada Ko-mentar di Jakarta, Selasa (18/12)
Dikatakannya, pengamanan tersebut diwujudkan dalam bentuk mendirikan posko di setiap gereja. Pembentukan posko sendiri secara simbolis akan dilakukan oleh Ketua Umum GP Ansor, Saifullah Yusuf dengan mengundang pimpinan Persekutuan Gereja-Geraja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indone-sia (KWI) tanggal 23 Desember 2006 mendatang.
“Pascapembentukan terse-but, dengan sendirinya berla-ku juga di Sulut,” tukasnya seraya menambahkan, perso-nel Banser yang akan mem-bantu disesuaikan kemam-puan daerah.
“Dalam tugasnya, Banser te-tap melakukan koordinasi de-ngan aparat keamanan, kare-na kewenangan ada di tangan aparat keamanan. Jadi Ban-ser sifatnya hanya membantu saja,” tukasnya seraya mene-gaskan, Banser memegang teguh ahlussunah walaja-maah, di mana mayoritas ha-rus menjadi pelindung bagi minoritas.
“Oleh sebab itu, kami meng-hormati dan menghargai ma-syarakat yang mau meraya-kan Natal dan Tahun Baru nanti,” kuncinya. Sementara itu, informasi dari Polda Metro Jaya telah mendata sebanyak 1.406 gereja yang ada di wila-yahnya akan menjadi priori-tas dalam pengamanan Natal 2006.
“Tempat-tempat ibadah yang mendapatkan prioritas teruta-ma ada di wilayah Jakarta Pu-sat, Jakarta Barat, Jakarta Sela-tan, Jakarta Timur dan Beka-si,” kata Kepala Bidang Humas Metro Jaya Kombes I Ketut Untung Yoga Ana di Jakarta.
Untuk memudahkan penga-manan, ia meminta kepada warga untuk tidak membawa tas dan bungkusan ke dalam tempat ibadah. “Agar petugas lebih mudah untuk mengon-trol dan mengawasi tempat-tempat penyelenggaraan iba-dah maka kami mengimbau kepada para umat untuk tidak membawa bungkusan dan tas ke tempat kegiatan,” kata Ketut Yoga.
Polda Metro Jaya, katanya, telah siap mengantisipasi an-caman ledakan bom maupun gangguan keamanan lain. Selain itu, pelibatan penga-manan secara swakarsa di lokasi peribadatan diperbo-lehkan dengan terlebih dahu-lu berkoordinasi dengan apa-rat kepolisian terdekat, tokoh agama dan panitia penyeleng-gara kegiatan.
“Petugas pengamanan yang dikerahkan dalam rangka Natal 2006, Idul Adha dan Tahun Baru 2007 sebanyak 2/3 dari jumlah 28 ribu polisi yang ada di Polda Metro Jaya atau sekitar 18 ribu personel,” katanya. Polisi juga didukung oleh aparat dari TNI, Tramtib, TNI, ambulans dan pemadam kebakaran.
NOORDIN M TOP
Belum tertangkapnya Noor-din M Top membuat Polri me-ningkatkan kewaspadaan menjelang Natal dan Tahun Baru 2007. Kapolri meminta aksi pengamanan juga dila-kukan masyarakat dari ber-bagai agama. “Ini bagian dari kewaspadaan kita. Yang bersangkutan masih di luar. Karena itu aparat keamanan bersama masyarakat untuk bisa mewaspadai dengan melakukan pengamanan, bersama-sama lintas agama,” ujar Kapolri Jenderal Sutanto.
Sutanto menyatakan hal itu usai peresmian ‘Sekolah Lanju-tan Perwira (Selapa) Knowledge Center’ di Jln Ciputat Raya No-mor 40, Pasar Jumat, Jakarta Selatan. Di berharap ke depan-nya tidak terjadi lagi aksi-aksi teror di masyarakat. Dia ber-pendapat, aksi tersebut meng-ganggu keamanan dan stabili-tas ekonomi. Meski demikian, Sutanto berjanji pihaknya berupaya keras mengantisipasi terulangnya aksi-aksi teror. “Kita berusaha. Kalau menja-min nanti takabur. Kita bersa-ma-sama menjaga,” janji dia se-perti dilansir detik.com.(zal/ihc/dtc)
|
|