|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Kominda antisipasi isu bom Natal
18 WN Afganistan, Malaysia Susupi Sulut
|
Sebanyak 18 warga negara asing yang terdiri dari warga Afganistan (tiga orang) dan 15 lainnya asal Malaysia, dika-barkan tengah menyusup ma-suk daerah Sulut. Menurut informasi yang diperoleh, se-lain 18 warga asing tersebut, tercatat 8 Warga Negara Indo-nesia (WNI) yang merupakan anggota pondok Pesantren Ngruki Jawa Timur juga dite-ngarai bertandang ke Sulut.
Hebohnya lagi, kedatangan 18 warga asing dikaitkan de-ngan bom Natal, di mana akan ada bom yang diledak-kan di saat umat Kristiani Sulut merayakan hari kela-hiran Yesus Kristus.
Sekretaris Komisi Intelijen Daerah (Kominda) JJ Mong-karen Sulut ketika dikonfir-masi tidak mengelak adanya informasi tersebut. “Sejauh ini Kominda sudah mendapatkan informasi tersebut. Dan me-mang benar ada 18 warga asing ditambah 8 warga Jatim yang saat ini sedang berada di Sulut,” ungkapnya.
Hanya saja meski mendapat informasi kedatangan para tamu luar Sulut tersebut ter-kait rencana malam Natal ber-darah, namun Mongkaren be-lum bisa memastikannya. Na-mun demikian dari kajian yang dilakukan pihak Komin-da menyebutkan, kedatangan 18 warga asing dan 8 warga Jatim tersebut dimaksudkan untuk kegiatan keagamaan.
“Dari hasil penyelidikan Ko-minda menyebutkan mereka (tamu luar Sulut, red) datang ke Sulut dengan mengemban misi keagamaan. Mereka ingin melakukan kegiatan penyebaran agama yang dianutnya di Bumi Nyiur Melambai ini,” jelasnya.
Meski demikian, lanjut Ke-pala Badan Kesatuan Bangsa ini, Kominda akan tetap mela-kukan pemantauan terhadap keberadaan dan aktivitas para warga asing dan warga asal Jatim tersebut. “Kominda te-tap memantau keberadaan dan aktivitas mereka. Jika te-rus mencurigakan maka me-reka akan kita tahan untuk diproses lebih jauh,” ujarnya.
Mongkaren pun menambah-kan, pihaknya sudah memin-takan kepada pihak aparat ke-polisian dan TNI untuk menga-wasi secara ketat lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi warga. “Jadi akan kita awasi secara ketat, tidak hanya pada tempat-tempat peribadatan umat Kris-ten saat perayaan Natal, tetapi juga melakukan pengawasan ketat di pusat-pusat perbelan-jaan seperti mall, swalayan dan pasar. Karena bukan tidak mungkin ketika kita fokus pen-jagaan di tempat-tempat ibadah, ternyata bom justru meledak di mall atau pasar,” paparnya.
Sebaliknya, Mongkaren ber-harap masyarakat untuk lebih proaktif menyampaikan infor-masi yang objektif kepada apa-rat setempat, segera setelah melihat adanya gerak-gerik yang mencurigakan dari tamu yang datang ke Sulut. “Masya-rakat dimintakan untuk mem-bantu tugas-tugas aparat kea-manan untuk mewujudkan keamanan dan kedamaian di daerah ini khususnya selama merayakan hari keagamanan. Laporkan segera tamu yang menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan kepada aparat setempat,” pintanya.
Selain itu, lanjut Mongka-ren, seluruh poskamling ha-rus dihidupkan kembali di lingkungan masing-masing, serta senantiasa memprak-tekan program tamu wajib lapor selama 1X24 jam.. “Ini semua harus kita lakukan dengan sungguh-sungguh demi meningkatkan stabilitas masyarakat,” tandasnya.(imo)
|
|