HOME : FOOTBALL

Headlines News  

19 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Gara-gara Pizza, Umat Katolik SB Marah


Makanan asal Italia, Pizza memang sangat populer di seantero dunia. Nah, gara-gara pizza pula, ratusan umat Gereja Katolik di Selandia Baru (SB) marah. 
Adalah sebuah restoran yang bernama Hell Pizza yang menyulut kemarahan umat Katolik di sana. Sebab, 
restoran ini mempromosikan produk barunya dengan me-nyertakan kondom. 
Ceritanya, dalam rangka mempromosikan varian pizza terbarunya, Lust Pizza (Pizza Birahi), restoran tersebut me-ngirimkan sejumlah kondom 
beserta petunjuk pengguna-annya para pelanggannya. Menurut persatuan gereja Ka-tolik Selandia Baru, mereka khawatir cara promosi yang dilakukan oleh Hell Pizza ini dapat mendorong para konsu-men untuk melakukan seks bebas. 
Untuk itu, melalui sebuah koran Katolik, mereka menye-rukan agar umatnya melaku-kan pemboikotan. Demikian dilansir dari Sydney Morning Herald, Senin (18/12). Namun demikian, rupanya Hell Pizza tak mengindahkan ancaman itu, mereka terus melakukan promosi unik tersebut. 
“Kami tak yakin, berapa umat Katolik yang menjadi pelanggan Hell Pizza,” ujar Kirk MacGibbon, tim kreatif Cinderella Marketing yang mengurusi promosi kontro-versial itu. Menurut Kirk, meski pun sempat diancam akan diboikot, kampanye Lust Pizza ini sangat sukses. Ter-catat ribuan orang berda-tangan ke beberapa gerai Hell Pizza untuk mencoba Pizza Birahi tersebut. 
Saat ini, restoran tersebut telah mengirimkan 170 ribu buah kondom kepada seluruh pelanggannya di Selandia Baru. Sementara itu, Manajer Promosi Hell Pizza, Collin Mel-lar berdalih, promosi dengan menggunakan kondom ini juga bertujuan untuk mengu-rangi kasus kehamilan pada remaja dan penularan Penya-kit Menular Seksual (PMS). 
“Menurut riset yang kami lakukan, usaha Gereja Katolik yang menyarankan agar men-jauhi seks agar tak hamil di luar nikah atau tertular PMS tidak efektif. Cara ini lebih baik,” celotehnya.(rmc/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin