|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Alkitab Jangan Dijadikan Alat Politik
|
Kalangan agama khususnya pendeta di Sulut meminta, pada partai politik atau tokoh politik sekiranya dalam melakukan kegiatannya apalagi dalam mendirikan partainya untuk memanfaatkan Alkitab sebagai alat politik.
Hal tersebut ditegaskan tokoh agama Kristen Pdt Teddy Batasina STh yang juga Pucuk Pimpinan KGPM dan Pdt J Manampiring STh. Dimana menurut keduanya agama dalam hubungannya dengan kehidupan berbangsa dan bernegara harus memberikan pencerahan bukannya dijadikan sebagai bahan atau alat politik.
Seperti yang dikatakan Batasina, dalam kehidupan politik sekarang ini perlu membatasi ruang gerak wilayah politik dan agama, meskipun dalam hubungan interaksi agama harus memberi pencerahan erhadap dimensi.
Disamping itu jelas dia, institusi politik diharapkan tidak menjadikan agama sebagai upaya untuk politisasi dan polarisasi untuk partai politik, apalagi menjadikan Alkitab sebagai dasar. “Wilayah politik harus berada dalam tataran atau dimensi politik sendiri sehingga tidak mencampur adukan wilayah politik kedalam agama atau sebaliknya,” tegasnya.
“Kita perlu sikap kehati-hatian dalam menjadikan Alkitab sebagai dasar landasan sebuah partai politik, jangan sampai mengarah pada kepentingan-kepentingan subjektifitas dan pada akhirnya menjadikan Alkitab kehilangan wibawa dan kehilangan spirit yang sesungguhnya,” tandas dia.
Sementara itu Manampiring menambahkan, masyarakat atau politisi hendaknya tidak menggunakan Alkitab sebagai alat untuk mendirikan Partai Politik atau dalam pelaksanaan politik sehari-hari. “Kita sebagai umat Kristen harus sadar dan jangan menggunakan Alkitab sebagai alat politik, tetapi gunakanlah agama atau Alkitab sebagai pencerahan atau sebagai penyejuk kehidupan umat manusia,” katanya.(lex)
|
|