|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Budaya HS-RL Bikin Bitung Lebih Hidup(bagian 1) |
10 bulan sudah Walikota Hanny Sondakh dan Wakil Walikota Robert Lahindo menakhodai Kota Bitung. Berbagai dinamika pun terjadi, bahkan secara kasat mata dapat dilihat berbagai perubahan yang terjadi di Kota Serba Dimensi ini. Tak dapat dipungkiri, program Hanny dan Robert (H&R) yakni Budaya Hidup Sehat Ramah Lingkungan (HS-RL) mampu merubah wajah Kota Bitung. Setidaknya Budaya HS-RL bikin Bitung Lebih Hidup.
Sejak dilantik 20 Februari 2006 lalu hingga 20 Desember 2006, satu tekad terlihat jelas di wajah H&R. Tatapan komitmen mema-jukan Kota Cakalang tak dapat di-sembunyikan dua wajah pimpin-an terpilih ini. Usai dilantik, berba-gai terobosan pun di lakukan. Se-perti inspeksi mendadak, me-ningkatkan disiplin PNS, mero-bah wajah Kantor Walikota lebih berwibawa serta pembenahan infrastruktur penunjang lainnya. Tapi bukan berarti berbagai kema-juan ini tidak ada catatan-catatan kritis. Ada sejumlah kebijakan, pola serta mekanisme yang ditempuh duet H&R yang harus dikritisi. Bu-kan apa-apa tetapi budaya ‘rasa bagini deng rasa bagitu’ sudah seharusnya dijauhkan dari pola kepemimpinan H&R.
SIDAK, DISIPLIN MENINGKAT
Tak dapat dipungkiri, dibanding-kan tahun-tahun sebelumnya, disi-plin PNS jajaran Pemkot Bitung bo-leh dikata dalam kondisi mengkha-watirkan. Betapa tidak prosentase kehadiran mereka tercatat tidak mencapai 30 persen dari jumlah PNS yang ada di kantor besar Walikota Bitung. Apalagi di jajaran unit yang berada jauh dari kantor pusat ini. Dalam jangka waktu dua-tiga bulan keadaan ini terbalik. Kedisiplinan dan panutan yang ditunjukan H&R mampu merubah situasi ini. Hasil evaluasi terakhir sangat membanggakan. Keha-diran tepat waktu walikota dan wa-kil walikota dalam setiap apel pagi setidaknya memacu semangat para PNS. Setidaknya saat ini prosentase kehadiran PNS men-capai 95 persen. Itu pun diikuti unit kerja yang ada jauh di Kantor Walikota. Hanya saja satu hal yang harus diingat, sebagaimana dikatakan Hanny Sondakh “Disi-plin itu jangan didasari Asal Son-dakh-Lahindo Senang (AS-LS, kontradiksi HS-RL, red). Disiplin itu harus lahir dari jiwa dan se-mangat PNS, bukan didasari rasa takut tapi itu lahir dari satu dorongan pribadi dari hati nurani,” tukasnya.
Tak heran ke depan nanti, ta-hun 2007, insentif atau tambah-an penghasilan PNS dinaikkan dari Rp 10 ribu menjadi Rp 20 ribu. Hanya saja aturan ini ber-laku bagi mereka yang rajin dan kerja keras. “Yang malas tentu-nya tak berhak atas hak ter-sebut,” kata Sondakh. Ada saja trik kepemimpinan H&R. Sidak setiap saat dalam satu gerakan dua-tiga masalah teratasi sering dilakukan. Jika Lahindo mene-kankan disiplin, menemukan masalah, hal itu dilengkapi de-ngan gaya Sondakh dengan cara memecahkan masa-lah.(bersambung)
|
|