HOME : FOOTBALL

Berita Ekonomi dan Bisnis 

20 December 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Ekspor-Impor Tumbuh Signifikan

 
AKTIVITAS perdagangan ekspor Sulut hingga triwulan ke-tiga di 2006 ini menunjukkan peningkatan yang menggembi-rakan, di mana volume yang di-capai mampu menyentuh ang-ka 680 ribu ton dengan nilai 351 juta USD. Kondisi ini pada akhir 2006 diprediksikan akan terus melonjak dengan capaian sebe-sar 8 persen dari tahun sebe-lumnya yang mencapai volume sebesar 756 ribu ton dengan nilai sebesar 381 juta USD.
Berdasarkan laporan yang di-rangkum Disperindag Sulut, di-ketahui bahwa komoditi ekspor Sulut lebih didominasi produk unggulan kelapa seperti, mi-nyak kelapa kasar dan minyak goreng. 
Menariknya, meski Sulut bu-kan sentra tanaman kelapa sa-wit, ternyata ekspor komoditi yang dilakukan PT Bimoli de-ngan mendatangkan bahan baku dari Sulteng, turut juga membe-rikan sumbangan nilai ekspor yang tak kalah dengan produk kelapa. Contohnya, kalau minyak kelapa kasar pada triwulan tiga 2006 mampu mencapai volume sebesar 196 ribu ton atau sebe-sar 128 juta USD, maka ekspor kelapa sawit volumenya menca-pai 122 ribu ton dengan volume sebesar 51 juta USD.
Selain komoditi kelapa, kelom-pok produk perikanan dan rem-pah-rempah juga turut melejit. Hal ini memberikan tanda bahwa sumber daya alam masih menja-di andalan ekspor. “Sulut me-mang kaya dengan sumber daya alam. Tetapi untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi, produk yang diekspor hendaknya adalah barang setengah jadi. Ini lebih menguntungkan ketimbang bahan mentah,” ujar salah satu pemerhati ekonomi Sulut Tony Agus Poputra.
Sementara itu, yang menjadi negara tujuan ekspor terbesar selama ini untuk peringkat pertama ditempati Cina sebesar 73 juta USD, diikuti Belanda, Amerika, India, Singapura, Ko-rea, Phlipina, Jerman, Taiwan dan Hongkong. Sebelumnya pa-da 2005, negara tujuan ekspor di-dominasi oleh USA, Belanda. Sedangkan China berada pada urutan ketiga. 
Di sisi lain menyangkut per-kembangan impor, yang banyak berasal dari Malysia, Vietnam, Australia, Jerman dan Si-ngapura. Di mana hingga 2006 ini, nilai peningkatannya men-capai 59 ribu USD, dari tahun 2005 yang hanya sebesar 10 juta USD. Kondisi ini ternyata dipicu oleh aktivitas pembelian mesin-mesin yang ternyata me-rupakan sarana bagi lajunya in-vestasi. “Kalau yang diimpor barang konsumsi. Mungkin kita perlu mewaspadainya. Tetapi yang diimpor dewasa ini adalah peralatan mesin yang tentu saja sangat dibutuhkan bagi pertum-buhan ekonomi,” ungkap Kasi Ekspor Impor Disperindag Sulut Johni Rumagit.
Selanjutnya, dikatakan Ketua Harian Kawasan Pengemba-ngan Ekonomi Terpadu (KAPET) Sulut, pertumbuhan ekspor dan impor yang positif ini merupakan prestasi. Tetapi untuk dapat meningkatkan nilai ekspor tanpa harus mengeluarkan cost produksi yang tinggi, saat ini Sulut memerlukan sarana infrastruktur semacam hub port yang ada di Singapura. Dengan adanya hub port ter-sebut, dipastikan bakal mem-bawa Sulut langsung dapat memasarkan produknya tanpa harus melewati rute pengiri-man yang panjang. Yang selama ini dilakukan melalui Jakarta, Surabaya dan Singa-pura. “Posisi Sulut sangat stra-tegis dalam dunia perdaga-ngan. Untuk itu keberadaan hub port sangat diperlukan. Sebab untuk merebut pasar sangat diperlukan untuk mem-buka pintu-pintu yang baru,” ungkapnya.(*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin