|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Try Sutrisno Cs Ancam ‘People Power’ SBY-JK
|
Mantan Wapres Try Su-trisno yang berpembawaan kalem, tiba-tiba berubah menjadi garang. Bersama Hariman Siregar dan se-jumlah tokoh dari Gerakan Kebangkitan Indonesia Raya (GKIR), Try menyata-kan mosi tidak percayanya kepada kepemimpinan na-sional SBY-JK. Ancaman ‘people power’ (kekuatan massa) pun diusung jika memang SBY-JK tetap tidak berubah atas warning ini.
Try dan Siregar cs menilai, kepemimpinan SBY-JK se-makin jauh dari harapan rakyat. GKIR menilai, dua tahun pemerintahan SBY-JK berjalan justru membuat keadaan semakin buruk. Uneg-uneg ini kemudian disampaikan Try cs kepada Ketua DPR RI, Agung Lakso-no, Selasa (19/12) kemarin.
Selama dua jam, Agung dan para tokoh GKIR melakukan pembicaraan tertutup.
Sedangkan dalam ketera-ngan persnya, Try menyebut-kan, kedatangan mereka un-tuk menyikapi situasi ke-bangsaan yang dinilai sema-kin buruk, termasuk lemah-nya kepemimpinan nasional SBY-JK.
Di sisi lain, Tokoh Persitiwa Malari 1974, Hariman Siregar menegaskan, warning pihaknya tidak main-main. “Ini bukan gertak sambal,” te-gasnya usai beraudiensi de-ngan Agung Laksono. Hari-man mengatakan, dalam dialog dengan Ketua DPR RI, disampaikan soal aspirasi yang berkinginan akan men-cabut mandat pemerintah, dengan alasan tidak kunjung berhasil memperbaiki kondisi bangsa dan negara. “Selama SBY-JK memimpin, negara ini semakin terpuruk. Pemerin-tah hanya jago berwacana, tapi hasilnya nol besar. Masak pemerintah seperti ini harus dipertahankan sampai 2009,” tandasnya.
Hariman mengungkapkan, pihaknya tengah mencari kondisi yang tepat untuk menjatuhkan pemerintah. Dia berharap kalangan militer, terutama para purnawirawan yang bergabung dalam Gera-kan Kebangkitan Indonesia Raya mendukungnya. Se-dangkan militer aktif, lanjut Hariman, tidak bisa diharap-kan.
Oleh karena itu, dia akan merangkul elemen-elemen mahasiswa. Sebagai langkah awal, pihaknya akan meng-ajak mahasiswa untuk turun ke jalan pada 15 Januari mendatang.
Sedangkan Try bicara lebih kalem. “Kita belum beri solusi secara konkret langkah-langkah apa. Tetapi ini seba-gai warning awal, karena wa-jar dalam suatu pemerinta-han ada evaluasi yang kon-kret,” kata Try seraya menga-takan, yang terpenting dari gerakannya adalah menggu-gah kesadaran SBY-JK. ‘’Apa-kah kita sudah berbuat mak-simal untuk bangsa dan ne-gara. Jangan kita mabuk de-ngan yang kita rasakan se-olah-olah ini kesuksesan,” ujar Try.
Menanggapi hal itu, Ketua DPR Agung Laksono berjanji akan menindaklanjuti masu-kan dari Gerakan Kebang-kitan Indonesia Raya (GKIR). “Ini saya tangkap sebagai warning sejumlah persoalan yang masih ada dan perlu di-tindaklanjuti secara kon-kret,” kata Agung.
Secara terpisah, mantan Ke-tua MPR Amien Rais mengaku dengan senang hati berga-bung dalam Gerakan Kebang-kitan Indonesia Raya (GKIR) bersama tokoh-tokoh bangsa seperti Try Soetrisno dll. “Saya menilai, gerakan Pak Try dkk itu tidak punya kepentingan apa-apa. Beliau kan sudah se-puh, tidak mau lagi jadi presi-den atau jadi gubernur dll. Pak Try sangat ikhlas,” papar bekas Ketua Umum PAN ini.
Tokoh reformasi ini menilai, meskipun GKIR itu “dihuni” tokoh-tokoh sepuh, tapi di situlah poin gebrakan Try Soetrino dkk supaya rakyat Indonesia menjadi melek. Jujur saja, kata Amien, sudah sangat lama bangsa Indonesia merindukan tokoh-tokoh yang bisa menjadi medium suara hati rakyat sebenarnya.
“Bangsa ini sudah sangat terpuruk. Maka, mudah-mu-dahan apa yang dilakukan Pak Try itu bisa menjadi shock the-rapy dan bisa membelalakkan mata pemimpin kita (SBY-JK), orang DPR maupun elemen bangsa lainnya,” jelas Amien.
Ditanya wartawan apakah dirinya akan bergabung dalam GKIR, bekas Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengata-kan, bagi dirinya bukan ma-salah ikut atau tidak.
“Siapa pun dia, dari mana datangnya, asalkan itu untuk kebaikan bangsa, saya dengan senang hati akan bergabung,” pungkasnya. Disebut-sebut juga, gerakan Try cs turut didukung Adnan Buyung dan Frans Seda cs.(rmc/dtc*)
|
|