|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pengadaan Ford Ranger Tibum
Diduga tak Melewati Proses Tender
|
Pengadaan mobil mewah Ford Ranger yang dikhususkan kepada Dinas Ketertiban Umum (Tibum) Manado, merupakan suatu hal po-sitif sebab untuk menunjang ke-giatan operasional di lapangan. Hanya saja, proses pengadaan ini diduga kuat bermasalah sebab tidak melewati proses tender.
Indikator pengadaan mobil me-wah ini bermasalah, sangat nam-pak sebab pengadaan ini dilaku-kan secara sembunyi-sembunyi, yang antara lain dibuktikan tidak terungkap adanya panitia tender pengadaan dan pengumuman proses tender. Padahal sesuai amanat Keppres No 80 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa, dijelaskan bahwa seti-ap proyek di atas Rp 100 juta ha-rus ditenderkan, karena dengan
adanya proses tender maka negara akan diuntungkan, karena setiap proses tender akan terjadi sebuah penawa-ran barang yang dinamakan Sisa Hasil Tender (SHT).
Bagian Perlengkapan Manado sendiri tidak tahu menahu dengan pengadaan ini, padahal pihak ini adalah pihak yang paling berkompeten soal aset-aset pemerintah. “Di bagian per-lengkapan soal ini tidak terca-tat, jadi saya belum tahu pasti soal ini, silakan berhubungan dengan pihak Dinas Tibum,” ujar Kepala Bagian Perleng-kapan Manado, Drs Frangky Heydemans. Kadis Tibum, Ji-mmy Kowaas sendiri belum sem-pat dimintai keterangan soal ini.
Sementara itu, Wakil Walikota Abdi Buchari SE MSi menya-takan, pemberian Ford Ranger jenis Hurricane untuk Kadis-tibum, tak perlu dipolemikkan. Menurutnya, pembelian mobil tersebut melalui tender dan akan dipergunakan sesuai aturan. “Sebenarnya mobil ter-sebut tidak mewah. Yang dise-but kategori mewah, jika cc-nya di atas 3.000. Sedangkan Ford Ranger untuk Kadistibum tak mencapai 2.500 cc. Waktu itu sempat ditawarkan KIA Sorento yang fasilitasnya lebih seder-hana. Tapi tidak dibeli karena cc-nya 3.500,” kata Buchari, Selasa (19/12) di ruang pari-purna dekot.
Saat ditanya apakah pembe-lian mobil tersebut melalui pro-ses tender, Buchari sempat ter-diam sejenak. “Yang pasti itu lewat mekanisme tender, tapi dilakukan oleh dinas bersang-kutan,” tukasnya. Ia menegas-kan kendaraan tersebut sudah dianggarkan sebelumnya. “Un-tuk mobil tersebut sudah masuk anggaran 2006. Sewaktu Kadis-tibum masih dijabat Pak Su-mampouw (Jantje Sumam-pouw, red). Tapi baru direalisasi sekarang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan kendaraan akan dipakai sesuai aturan. “Saya menghargai Pak Kowaas. Lihat saja, di mobil tersebut tertulis besar-besar polisi pamong praja pemkot Manado. Jadi kan tak mungkin mobil seperti mau dipakai ke sembarang tempat, misalnya ke hotel,” tuturnya.(win)
|
|