|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Alkatiri
Dinilai Gertak Sambal
|
Ancaman personel Komisi C Dekot Manado, Ir Djafar Alkatiri MM, untuk mempersoalkan pe-manfaatan Dana Alokasi Khu-sus (DAK) Kota Manado yang berbandrol sebesar Rp 32 mi-liar, dipandang cuma isapan jempol belaka, menyusul sam-pai saat ini hal tersebut tidak ada tindak lanjut. “Kami lihat ancaman Alkatiri cuma gertak untuk menakuti pihak ekse-kutif saja, buktinya tindak lan-jut dari ucapannya tidak direa-lisasikan,” ujar aktivis Kota Manado, Richard Wowor SE.
Audit penggunaan DAK Ma-nado ini pada dasarnya disam-but positif, sebab keganjilan-keganjilan terhadap pemanfa-atan anggaran ini sangat nam-pak, sebagaimana terbukti je-las pada realisasi pada enam instansi pengguna DAK terma-suk di antaranya Dinas Agri-bisnis, Dinas Pendidikan, Di-nas PU dan DAK Dinas Kese-hatan, yang sulit dipertang-gungjawabkan.
Alkatiri ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, bahwa ucapannya untuk ke-ganjilan DAK bukan isapan jempol semata, sebab dalam waktu dekat ini, pihak Komisi C Dekot Manado, akan meng-hearing instansi pengguna DAK lengkap dengan tim au-ditur. Ketua Komisi C Dekot Manado, Franklin Sinjal SH, juga mengakui pihaknya akan meng-hearing enam instansi ini, sebab dugaan bahwa ada-nya keganjilan pada penggu-naan dana ini sangat nam-pak.
Baik Alkatiri dan Sinjal me-ngaku akan mempidanakan instansi pengguna DAK apabi-la dalam hearing pemanfa-atan DAK tidak dapat diper-tanggungjawabkan. “Pokok-nya kalau terjadi keganjilan dalam persoalan ini, maka siap-siap terima konsekuensi-nya,” tukas keduanya.(ran)
|
|