|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Musim Durian Tiba,
‘Girian’ Serbu Boulevard-Paal II
|
Mulai awal Desember, ada fe-nomena bermunculannya ‘gi-rian’ di Manado. Jangan salah, ‘girian’ yang dimaksud adalah sing-katan dari penggila durian. Se-pertinya ritual tahunan kembali terulang lagi. Mereka menyam-bangi dua area sentra penjual-an ‘si jabrik’ yang memang mulai marak akhir-akhir ini.
Terutama di Jalan Boulevard dekat Patung Wolter Mongisidi dan Pierre Tendean, dan juga Paal II. Seperti pemantauan ha-rian ini, sejak sore hingga ma-lam, mereka menjajakan buah berbau khas tersebut di sepan-jang trotoar. Entah mengapa se-lalu kedua area tersebut yang dipilih pedagang durian. Na-mun besar kemungkinan, ke-dua area itu dipilih berdasar-kan asal durian dan juga peda-gangnya.
Hal itu dituturkan salah seo-rang pedagang yang mangkal di Boulevard. “Kalau durian yang berasal dari daerah Minut, akan dipasarkan di seputaran Paal II karena lebih dekat. Juga durian dan pedagang dari Minsel, umumnya memilih berdagang di dekat Bahu Mall,” kata tante Fien, Senin (18/12), yang me-ngaku berasal dari Tumpaan. Ia menambahkan durian impor dari Sulsel juga banyak diper-dagangkan. “Tapi lebih banyak yang dari daerah Sulut,” aku-nya seraya dengan tangkas membelah durian.
Memang, bagi penikmat du-rian, aroma buah yang satu ini sangat menggoda. Harumnya yang khas memikat banyak orang untuk menikmatinya. Tak sedikit yang memboyong keluar-ga untuk makan durian di ping-gir jalan. Bukan hanya itu. Ke-macetan sering timbul akibat lonjakan kendaraan pembeli yang parkir di pinggir jalan. Na-mun hal tersebut tak dipeduli-kan. Yang penting ada kenik-matan sendiri makan durian sambil kongkow-kongkow. “Po-koknya setiap musim durian, sa-ya pasti bawa keluarga makan durian di sini. Sepertinya lebih enak kalau makan langsung di tempat jualan,” kata Steven.
Menariknya saat ditanya apa tak takut sakit, akibat debu yang menempel di durian, ba-pak tiga anak tersebut hanya tertawa. “Anggap jo vitamin tu dia,” tukasnya sambil terkekeh. Sedangkan beberapa anak mu-da memilih membawa pulang durian. “Lebih enak kalau di-campur dengan saguer. Apalagi ada yang mo bawa saguer dari kampung,” ujar salah seorang di antaranya.
Fenomena berjualan durian di Boulevard dan Paal II memang sudah berlangsung sejak bertahun-tahun lalu. Entah kapan tepatnya. Yang pasti kehadiran musim durian selalu ditunggu-tunggu oleh the durianmaniacs.(harwin)
|
|